TULANGBAWANG – Kosmiindonesia.com – Kondisi memprihatinkan dan sangat memilukan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Tulangbawang. Jalan poros utama yang menghubungkan berbagai wilayah, tepatnya di Jalan Poros Hasan Bulan, Kampung Pasiranjaya, Kecamatan Denteteladas, kini kondisinya semakin hari semakin memburuk dan mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada hari Selasa, 14 April 2026, sekitar pukul 16:00 WIB, jalan yang seharusnya menjadi urat nadi perekonomian dan mobilitas masyarakat ini kini kondisinya sangat menyedihkan.
Berubah Menjadi “Jalan Kobangan Babi”
Bukan lagi disebut jalan raya, warga sekitar kini menyebutnya dengan istilah pedas namun nyata: “Jalan Kobangan Babi”.
Julukan ini muncul karena permukaan jalan yang sudah tidak rata sama sekali. Lubang-lubang besar dan kecil bertebaran di mana-mana, saling bersambung membentuk cekungan yang sangat dalam dan luas. Kondisi ini diperparah dengan tanah yang lembek dan becek, sehingga membuat permukaan jalan semakin rusak dan sulit dilalui.
Bayangkan betapa sulitnya melintasi jalan ini. Setiap pengendara harus ekstra hati-hati dan memutar setir ke kiri dan ke kanan layaknya menari-nari hanya untuk mencari jalan yang datar, namun sayangnya hamparan lubang itu begitu padat sehingga sulit untuk dihindari.
Mobil Grand Max Terjebak, Roda Dua Nyawa Taruhan
Kerusakan yang sedemikian parah ini langsung memberikan dampak fatal bagi kelancaran lalu lintas.
Terlihat jelas dalam pantauan, sebuah mobil jenis Grand Max yang lewat di lokasi tersebut mengalami kesulitan luar biasa hingga akhirnya kepater atau terjebak di tengah lubang yang dalam. Mobil tersebut tidak bisa bergerak maju maupun mundur, dan harus didorong atau ditarik agar bisa lolos.
Tidak hanya kendaraan roda empat, pengendara roda dua (motor) pun mengalami penderitaan yang tak kalah berat. Mereka harus memutar otak dan memutar kendaraan dengan sangat hati-hati untuk memilih jalur yang bisa dilewati.
Bahaya Nyata Mengintai
Risiko kecelakaan di jalan ini sangat tinggi. Jika pengendara motor kurang waspada atau tidak bisa menjaga keseimbangan (stabilitas) dengan baik, maka nasib buruk siap menanti.
“Kalau tidak bisa jaga keseimbangan, ya siap-siap saja ‘jebur’ atau terpelanting masuk ke sawah, bahkan risiko patah tulang pun sangat mungkin terjadi,” ujar salah satu warga dengan nada kesal.
Jalan yang licin dan lubang yang dalam menjadi jebakan maut yang setiap saat bisa mencelakai pengguna jalan.
Pihak Terkait Diduga Tutup Mata, Kades N Tak Pernah Turun
Yang membuat kemarahan warga semakin memuncak adalah sikap dari pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab. Hingga berita ini diturunkan, kondisi jalan yang sudah rusak parah bertahun-tahun ini seolah tidak terlihat dan tidak didengar.
Warga menuding bahwa pihak terkait seolah “tutup mata” terhadap penderitaan masyarakat. Tidak ada upaya perbaikan, tidak ada penambalan, bahkan tidak ada tanda-tanda akan segera ditangani.
Lebih jauh lagi, masyarakat menyoroti ketidakhadiran pemimpin di tingkat desa. Disebutkan bahwa Kepala Desa Pasiranjaya yang berinisial N diduga sangat jarang atau bahkan tidak pernah sama sekali meninjau kondisi jalan ini.
Padahal sebagai pemimpin masyarakat, sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawabnya untuk melihat langsung kondisi di lapangan, merasakan apa yang dirasakan rakyat, dan memperjuangkan perbaikan infrastruktur kepada pemerintah atas.
Warga Desak Segera Ditangani
Ratusan warga yang setiap hari melewati jalan poros ini sudah tidak tahan lagi. Mereka menuntut tanggung jawab dari Pemerintah Desa, Camat, hingga Dinas PU Kabupaten Tulangbawang.
Jalan ini bukan jalan desa kecil, melainkan jalan poros yang dilalui banyak orang dan menjadi akses utama warga. Tidak sepatutnya dibiarkan hancur lebur seperti ini.
“Kapan jalan ini akan diperbaiki? Apakah harus ada korban jiwa atau patah tulang dulu baru ada yang peduli?” tanya warga dengan nada kecewa.
Semoga dengan tersiarnya berita ini, ada tangan-tangan yang mau bergerak dan hati yang mau peduli, agar Jalan Poros Hasan Bulan segera diperbaiki dan bisa digunakan dengan aman dan nyaman oleh masyarakat.
