TULANG BAWANG, – Kosmiindonesia.com – 11 Juni 2026 – Suasana hangat, penuh keakraban, dan semangat membangun terasa begitu menyelimuti pertemuan akbar yang digelar di halaman Polsek Denteteladas, Kecamatan Denteteladas, Kabupaten Tulang Bawang. Kegiatan yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB pada Kamis, 11 Juni 2026 ini dihadiri oleh beragam elemen penting masyarakat setempat: mulai dari perangkat pemerintahan desa dan kecamatan, tokoh agama, tokoh adat, sesepuh wilayah, aparat TNI dan Polri, perwakilan instansi terkait, pengusaha, operator alat berat, hingga wartawan dan awak media. Kehadiran mereka dari berbagai latar belakang menjadi bukti nyata bahwa perbaikan dan pemeliharaan prasarana jalan di daerah ini bukan tanggung jawab satu pihak saja, melainkan amanah bersama demi kemaslahatan umum.
Di antara tamu undangan yang hadir adalah Lurah Pasiran Jaya, perwakilan Babinpotmar Bapak Eko, Ustadz Ali, Gus Paul, serta perwakilan dari CPB. Turut hadir pula Ketua Open Donasi Bapak Nurrahman beserta Bendahara Bapak Sugianto atau yang akrab disapa Pak Rebut. Kehadiran mereka melengkapi barisan pendukung yang berkomitmen menyukseskan perbaikan jalan. Selain itu, hadir juga para sesepuh dan warga dari berbagai penjuru wilayah—Pasiran Jaya, Pendowo, Sungai Nibung, Katung, hingga Bakung—menunjukkan bahwa perbaikan jalan di Denteteladas menyentuh kepentingan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Sejumlah jurnalis juga hadir untuk meliput dan menyebarluaskan semangat persatuan ini ke khalayak yang lebih luas.
Membuka rangkaian sambutannya, Kapolsek Denteteladas IPDA Nurkholik, S.H., mengawali dengan mengucapkan rasa syukur yang sebesar‑besarnya kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesempatan berkumpul dalam keadaan sehat walafiat. Beliau menyapa seluruh hadirin bukan sebagai pejabat semata, melainkan sebagai bagian dari satu keluarga besar yang memiliki tujuan yang sama. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan kembali perjalanan panjang yang telah dilalui, di mana pada awalnya memperbaiki jalan yang rusak parah, berlubang di mana‑mana, dan terabaikan selama bertahun‑tahun dianggap sebagai hal yang sangat sulit bahkan nyaris mustahil untuk diwujudkan. Namun berkat keyakinan yang kuat dan semangat kebersamaan yang tumbuh subur di hati setiap warga, apa yang tadinya terasa berat kini perlahan namun pasti mulai berubah menjadi kenyataan yang dapat dirasakan manfaatnya.
“Saya punya gagasan sederhana namun mengandung makna yang sangat dalam: apa yang dianggap tidak mungkin, atas izin Allah Subhanahu wa Ta’ala, dapat terwujud jika kita bersatu padu, hidup rukun, saling menghargai, dan bekerja dengan niat tulus semata karena‑Nya. Berapapun bentuk pengorbanan yang diberikan-baik berupa tenaga, pikiran, maupun materi-insya Allah kita mampu bersama‑sama mengakhiri kesulitan yang selama ini dirasakan akibat kondisi jalan yang rusak dan sulit dilalui,” tegasnya dengan nada penuh keyakinan.
Beliau juga menyampaikan terima kasih mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang, Bupati beserta Wakil Bupati, dan seluruh jajaran pemerintahan daerah atas perhatian dan dukungan nyata yang diberikan. Salah satu dukungan yang paling terasa manfaatnya adalah penyediaan alat berat seperti ekskavator dan perata tanah, yang dinilai sangat membantu mempercepat proses pengerjaan serta meningkatkan kualitas hasil perbaikan jalan. Berkat bantuan sarana tersebut, pekerjaan yang dulunya memakan waktu lama jika dikerjakan secara manual kini berjalan lebih efektif dan efisien, sehingga hasilnya pun mulai dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, baik petani, pedagang, pelajar, maupun pekerja umum.
Lebih lanjut dalam penyampaiannya, Kapolsek menyampaikan pesan penting yang diharapkan dapat terus diingat, dipahami, dan dijalankan oleh seluruh warga, bahkan apabila kelak beliau sudah tidak lagi bertugas di wilayah Denteteladas. Pesan inti yang disampaikan menekankan pentingnya sikap peka dan upaya pencegahan dini agar kondisi jalan yang sudah diperbaiki tidak kembali rusak parah dan terbengkalai seperti sebelumnya.
“Saya berpesan satu hal yang terlihat sederhana namun memiliki dampak yang sangat besar bagi keberlanjutan prasarana kita: jangan pernah membiarkan satu lubang kecil pun dibiarkan begitu saja tanpa segera diperbaiki. Jika satu lubang kecil dibiarkan, lama‑kelamaan ia akan membesar dan menjadi sepuluh lubang. Apabila sepuluh lubang tersebut juga dibiarkan tanpa penanganan, maka dalam waktu singkat akan berkembang menjadi seratus, bahkan hingga ribuan lubang yang tersebar di sepanjang jalan. Akhirnya, kondisi tersebut akan menjadi semacam penyakit yang sulit disembuhkan dan membutuhkan biaya yang sangat besar, tenaga yang melimpah, serta waktu yang panjang untuk memperbaikinya kembali,” jelasnya dengan rinci agar seluruh warga memahami arti pentingnya perawatan rutin.
Perubahan positif yang telah mulai terasa dan dirasakan secara langsung oleh masyarakat pun tidak luput diuraikan. Beliau menyampaikan bahwa sebelum perbaikan dilakukan, warga harus menempuh waktu hingga dua jam untuk melintasi ruas jalan tertentu yang rusak berat. Namun dengan kondisi jalan yang kini mulai membaik dan teratur, perjalanan yang sama dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar 30 menit saja. Bahkan, untuk jarak yang lebih dekat dan menggunakan sepeda motor, perjalanan kini hanya memakan waktu sekitar lima menit saja. Perubahan yang signifikan ini membawa dampak yang sangat luas dan nyata bagi kelancaran aktivitas sehari‑hari masyarakat, mulai dari memperlancar distribusi hasil pertanian ke pasar, mempermudah anak‑anak sekolah berangkat menuntut ilmu, mempercepat akses ke fasilitas kesehatan, hingga menunjang kelancaran kegiatan perdagangan dan perekonomian warga secara umum.
“Dahulu, banyak warga yang harus berangkat sangat pagi, bahkan sebelum terbit fajar atau menjelang waktu subuh, hanya untuk mengantar hasil bumi ke pasar atau berangkat bekerja agar tidak terhambat dan terjebak di jalan yang berlubang dan becek. Sekarang, dengan kondisi jalan yang sudah jauh lebih baik, mereka dapat berangkat lebih siang, sekitar pukul tujuh atau delapan pagi, dengan perasaan yang jauh lebih tenang, aman, dan nyaman. Ini adalah bukti nyata yang tidak dapat dipungkiri, bahwa tidak ada hal yang mustahil untuk kita wujudkan apabila kita mampu bersatu hati, saling bahu‑membahu, dan bekerja sama dengan penuh tanggung jawab,” tambahnya.
Di penghujung sambutannya, Kapolsek kembali mengajak dan mengingatkan seluruh warga untuk terus melestarikan dan memelihara budaya gotong royong yang telah menjadi identitas luhur bangsa Indonesia sejak zaman dahulu kala. Beliau menegaskan bahwa dalam kebersamaan ini tidak ada perbedaan nilai atau tingkatan sosial; sekecil apapun bantuan yang diberikan, baik itu berupa tenaga, pikiran, maupun sumbangan materi sesuai dengan kemampuan masing‑masing, tetap dihargai, dihormati, dan memberikan kontribusi yang berarti bagi kemajuan daerah.
“Ayo kita teruskan semangat mulia ini hingga seluruh pekerjaan perbaikan jalan selesai sepenuhnya, bahkan sampai menjangkau daerah‑daerah terpencil dan pelosok sekalipun. Tetaplah jaga persatuan dan kesatuan yang telah terjalin erat, bersikaplah sopan santun, saling menghormati, dan jangan biarkan perbedaan pendapat atau hal‑hal kecil memecah belah kebersamaan yang sudah terbangun ini. Mari kita wujudkan bersama wilayah Denteteladas yang aman, nyaman, tertib, makmur, dan sejahtera, bukan hanya untuk dinikmati oleh kita saat ini, melainkan juga dapat diwariskan sebagai aset berharga bagi generasi mendatang,” pungkasnya disambut dengan tepuk tangan meriah dan antusiasme yang membara dari seluruh hadirin yang hadir.
Penulis: Arjun
Editor: Sugianto
