TULANGBAWANG, – Kosmiindonesia.com – 16 Juni 2026 – Selama beberapa tahun terakhir, Jalan Hasan Bulan yang melintasi wilayah Desa Pasiranjaya, Kecamatan Denteteladas, Kabupaten Tulangbawang, menjadi salah satu keluhan utama yang terus disuarakan oleh warga setempat. Kondisi jalannya yang semakin memburuk, penuh lubang dalam, tidak rata, dan kerap berubah menjadi becek serta licin saat musim hujan, telah menjadi penghambat utama bagi mobilitas warga. Kini, setelah sempat mengemukakan wacana mengandalkan sumbangan atau donasi masyarakat sebagai solusi mandiri, upaya perbaikan akhirnya mulai mendapatkan perhatian serius dan tanggapan positif dari jajaran Pemerintah Kabupaten Tulangbawang.
Jalan Hasan Bulan memiliki peran strategis bagi kehidupan warga Desa Pasiranjaya dan sekitarnya. Jalur ini menjadi akses utama untuk mengangkut hasil pertanian, berangkat ke tempat kerja, bersekolah, hingga menjangkau fasilitas kesehatan dan pusat pelayanan umum. Namun, kerusakan yang terjadi sudah berlangsung cukup lama dan semakin parah seiring berjalannya waktu. Banyak titik yang berlubang dengan kedalaman mencapai puluhan sentimeter, sehingga mengancam keamanan pengendara sepeda motor maupun kendaraan roda empat. Di musim hujan, genangan air menutupi lubang-lubang tersebut sehingga tidak terlihat jelas, yang kerap menyebabkan kecelakaan ringan hingga kendaraan terperosok. Bahkan, kendaraan dinas seperti ambulans yang membawa pasien pun sering kali kesulitan melintas dengan cepat dan aman. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran mendalam di hati warga, mengingat akses darurat menjadi terhambat dan berisiko menurunkan kualitas pertolongan saat dibutuhkan.
Melihat kondisi yang terus memprihatinkan tanpa ada tanda-tanda perbaikan dari jalur anggaran resmi, warga pun mengemukakan ide untuk menggalang dana atau membuka donasi secara swadaya. Langkah ini dianggap sebagai jalan keluar terakhir agar akses jalan bisa segera diperbaiki. Namun, usulan ini pun memunculkan pertimbangan mendalam. “Kami sempat berpikir untuk mengumpulkan dana sendiri dari kantong warga, tapi kami juga sadar bahwa jika sampai hal itu dilakukan sementara perbaikan pemerintah belum juga dilakukan, isunya akan semakin meluas dan menjadi sorotan publik yang besar. Oleh karena itu, kami sepakat untuk tidak terburu-buru memasang spanduk bertuliskan ‘jalan diperbaiki dari dana donasi’ dulu. Kami ingin tetap memberi kesempatan kepada pihak berwenang untuk bertindak sesuai kewenangannya, supaya situasi tidak makin memanas,” ungkap salah satu tokoh warga yang turut mengusulkan gagasan tersebut.
Alhamdulillah, kekhawatiran dan kecemasan itu perlahan mulai terjawab. Belakangan ini, respon positif datang langsung dari Pemerintah Kabupaten Tulangbawang, di bawah kepemimpinan Bupati Tulangbawang Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M., serta jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulangbawang. Komitmen nyata mulai terlihat dengan kedatangan truk-truk pengangkut yang membawa material berupa batu timbun dan urugan untuk perbaikan jalan yang sudah mulai berdatangan dan diturunkan di lokasi. Mendapatkan kabar ini, warga menyambutnya dengan rasa lega dan harapan yang besar agar proses ini dapat berjalan lancar hingga selesai.
“Kami sangat berharap langkah baik ini benar-benar diteruskan sampai tuntas dan tidak berhenti di tengah jalan saja. Jika perbaikannya dihentikan setengah jadi, kondisinya justru bisa menjadi lebih buruk daripada sebelumnya. Lubang-lubangnya akan makin dalam, tanahnya makin licin, dan jalannya benar-benar terasa buntu. Akses warga akan terhambat kembali, apalagi untuk kendaraan ambulans yang butuh kecepatan dan kestabilan jalan, rasanya akan tetap sulit melintas jika dibiarkan begitu saja,” imbuh warga yang setiap hari memantau langsung perkembangan di lokasi.
“Tujuan akhirnya tetap sama, yaitu memperbaiki jalan agar bisa dilalui dengan nyaman dan aman, hanya saja cara pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi lapangan saat ini. Namun demikian, kami tetap mengamati dengan cermat dan penuh kehati-hatian. Struktur tanah di pinggir jalan ini dinilai belum tentu cukup kuat menahan beban berat, sedangkan kendaraan pengangkut yang lewat nantinya membawa muatan sekitar 10 hingga 11 meter kubik batu. Beban seberat itu tentu menjadi tantangan tersendiri mengingat kondisi badan jalan yang sudah rusak seperti ini,” tambah warga yang terus memantau jalannya pekerjaan.
Hingga berita ini disusun dan diturunkan ke hadapan publik, kegiatan penimbunan masih berlangsung secara bertahap setiap harinya. Warga Desa Pasiranjaya menyambut baik dan sangat mengapresiasi langkah cepat yang telah diambil oleh Bupati Tulangbawang beserta jajaran Dinas PUPR. Masyarakat juga menyatakan siap membantu dan mengawasi jalannya pekerjaan agar sesuai dengan standar dan tidak menyimpang dari rencana yang telah ditetapkan.
Harapan besar kini tergantung pada keberlanjutan pekerjaan ini. Semoga perbaikan Jalan Hasan Bulan dapat diselesaikan dengan kualitas yang memadai, kuat, dan tahan lama. Sehingga, akses transportasi di wilayah ini dapat kembali layak, aman, dan nyaman digunakan untuk menunjang perekonomian warga, kelancaran aktivitas pendidikan, serta menjamin akses pelayanan kesehatan dan kebutuhan publik lainnya bagi seluruh masyarakat Desa Pasiranjaya dan sekitarnya.
Penulis: Ribut
Editor: Sumpeno
