TULANGBAWANG, – Kosmiindonesia.com – 17 Juni 2026 – Pagi itu, sinar matahari mulai menyapa kawasan Kecamatan Denteteladas dengan lembut, menghangatkan udara yang masih terasa sejuk setelah semalam turun hujan rintik‑rintik. Di sebuah ruang pertemuan sederhana yang tertata rapi, meja panjang sudah terisi dengan hidangan sarapan dan cangkir‑cangkir berisi kopi serta teh yang masih mengepulkan asapnya. Suasana terasa begitu akrab dan tidak kaku, seolah mempertemukan sahabat lama yang telah lama berpisah. Di situlah berlangsung pertemuan santai dalam bentuk sarapan dan ngopi bersama yang mempertemukan unsur aparat keamanan, petugas kesehatan, serta tokoh masyarakat setempat.
Hadir dalam kesempatan itu adalah Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Puskesmas Way Dente yang diwakili oleh Pak Dokter beserta timnya, Ibu Kakam dari wilayah Kuala Teladas, Kapolsek Denteteladas IPDA Nurkholik, S.H., serta sejumlah petugas lapangan dan pemuka warga. Duduk melingkar dengan jarak yang dekat, mereka menyantap hidangan dengan tenang sembari sesekali tersenyum dan menyapa satu sama lain, membangun suasana kekeluargaan yang kental sejak awal pertemuan dimulai.
Pembicaraan pun mengalir secara alami tanpa ada batasan. Salah satu topik yang paling banyak mendapat perhatian adalah kondisi akses jalan di beberapa titik wilayah yang sudah lama menjadi perhatian warga. Pak Dokter dari Puskesmas Way Dente berbicara dengan nada yang tenang namun penuh perhatian, menceritakan pengalaman sehari‑hari tim medis saat harus menjangkau pasien di lokasi yang sulit. “Jalan yang berlubang dan licin saat hujan membuat perjalanan menjadi lama dan berisiko. Ambulans sering kali harus berjalan sangat pelan agar tidak terperosok, padahal kecepatan sangat dibutuhkan ketika nyawa seseorang sedang dipertaruhkan,” ujarnya, diiringi anggukan setuju dari peserta lain.
Ibu Kakam dari Kuala Teladas melanjutkan penjelasan dengan nada yang penuh kepedulian, menggambarkan kondisi di wilayah yang ia jangkau. Ia menyampaikan bahwa banyak warga yang tinggal di daerah pedalaman harus menempuh perjalanan berjam‑jam hanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar. Baginya, jalan yang baik bukan sekadar urusan perjalanan biasa, melainkan jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan kesempatan untuk hidup lebih sehat dan sejahtera.
Di tengah diskusi yang semakin hangat, terlihat jelas perbedaan peran dan latar belakang setiap orang yang hadir. Ada yang sehari‑hari bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, ada yang mengabdikan diri dalam bidang pengobatan dan pencegahan penyakit, serta ada yang menjadi penghubung langsung antara pemerintah dan warga. Namun, di balik perbedaan tugas dan cara kerja tersebut, terpancar satu tujuan yang sama: melayani dan mengabdi demi kebaikan bersama.
Menyikapi hal itu, Kapolsek Denteteladas IPDA Nurkholik, S.H., menyampaikan pandangannya dengan bahasa yang menyentuh hati. “Meskipun jalan yang kita tempuh dan pekerjaan yang kita jalani berbeda, namun hati dan niat kita tetap satu. Kita semua hadir di sini bukan untuk mencari pangkat atau nama, melainkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Melalui pertemuan seperti ini, kita bisa saling mengingatkan, saling melengkapi kekurangan, dan berbagi pengalaman agar tugas yang diemban menjadi lebih ringan dan bermanfaat,” tuturnya.
Sebagai penutup, ia menyampaikan harapan dan doa yang menyatukan seluruh peserta. “Semoga segala langkah dan usaha yang kita lakukan untuk melayani masyarakat ini menjadi pengabdian yang terbaik, senantiasa berada dalam petunjuk dan ridha Allah SWT. Semoga jalan yang rusak segera diperbaiki, pelayanan kesehatan semakin mudah dijangkau, dan kesejahteraan warga Denteteladas terus meningkat dari hari ke hari.”
Pertemuan berakhir dengan suasana yang semakin hangat, diakhiri dengan jabat tangan dan senyum yang tulus. Meskipun hanya berlangsung dalam suasana santai, sarapan dan ngopi bersama itu meninggalkan kesan mendalam, mempererat ikatan kerja sama, serta melahirkan tekad baru untuk terus bergerak membangun wilayah ini ke arah yang lebih baik.
Penulis: Arjun
Editor: Sugianto
