TEMANGGUNG – Kosmiimdonesia.com – Sebuah kejadian tanah longsor telah mengganggu kelancaran lalu lintas di jalur utama Temanggung – Semarang melalui Sumowono. Peristiwa tersebut terjadi pada bahu jalan di Dusun Lamuk, Desa Kalimanggis, Kecamatan Kaloran, pada hari Jumat (23/01/2026), menjelang pukul 16.00 WIB, setelah wilayah tersebut diguyur oleh hujan dengan intensitas tinggi selama lebih dari dua jam berturut-turut.
Menurut laporan dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, longsor ini dipicu langsung oleh curah hujan deras yang menyebabkan tanah di lereng bahu jalan menjadi jenuh air dan kehilangan daya dukungnya. Kondisi geografis daerah tersebut yang memiliki lereng cukup landai namun dengan struktur tanah yang gembur menjadi faktor tambahan yang mempercepat terjadinya pergeseran tanah.
Material longsoran yang terbawa mencapai luas kurang lebih 12 meter × 6 meter dengan ketebalan rata-rata sekitar 1,5 meter, yang sebagian besar terdiri dari tanah liat, pasir, dan beberapa puing batu kecil. Longsoran tersebut menutupi sekitar separuh badan jalan di ruas yang menjadi jalur penghubung penting antara Kabupaten Temanggung dengan Kota Semarang melalui Kecamatan Sumowono. Akibatnya, arus lalu lintas yang biasanya cukup padat, terutama pada jam sibuk sore hari, menjadi terganggu signifikan dan bahkan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan yang tidak menyadari kondisi jalan yang tiba-tiba terhalang.
Beberapa saksi mata yang berada di lokasi saat kejadian terjadi mengaku melihat proses longsor yang terjadi secara bertahap sebelum akhirnya menutupi bagian jalan. “Saya sedang mengemudi menuju Semarang ketika melihat tanah di bahu jalan mulai meluncur perlahan. Saya segera berhenti dan memberitahu kendaraan di belakang untuk berhenti juga. Tidak lama kemudian, material longsoran semakin banyak dan menutupi jalan,” ujar Supriyanto (41), salah satu pengguna jalan yang menyaksikan kejadian.
Saat ini, proses penanganan terhadap longsoran masih berlangsung intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD Kabupaten Temanggung, anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Kodim 0724/Temanggung, Kepolisian Daerah (Polri) dari Polsek Kaloran, serta didukung oleh relawan dan masyarakat setempat yang dengan sukarela turut membantu membersihkan material longsoran dari badan jalan. Tim telah mengerahkan alat berat ringan seperti ekskavator dan truk pengangkut material untuk mempercepat proses pembersihan, meskipun pekerjaan harus dilakukan dengan hati-hati mengingat potensi terjadinya longsor susulan akibat kondisi tanah yang masih labil.
Untuk sementara waktu, akses jalan di ruas tersebut diberlakukan secara terbatas dengan sistem jalan satu arah yang dikendalikan langsung oleh petugas polisi lalu lintas. Petugas juga telah memasang rambu peringatan dan pagar pengaman di sekitar lokasi longsoran untuk mencegah kendaraan atau pejalan kaki memasuki zona berbahaya. Namun, karena kondisi jalan yang semakin menyempit dan tingginya potensi risiko, pihak berwenang akhirnya memutuskan untuk membatasi akses secara total bagi kendaraan besar seperti truk dan bus, sementara kendaraan kecil diperbolehkan melalui dengan pengawasan ketat dari petugas.
Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui Dinas Perhubungan telah segera mengumumkan jalur alternatif bagi pengguna jalan yang ingin bepergian antara Temanggung dan Semarang. Bagi yang berasal dari arah Temanggung menuju Semarang, dapat menggunakan jalur melalui Kecamatan Pringsurat – Kabupaten Grobogan – Kabupaten Kendal, atau melalui Kecamatan Candiroto – Kabupaten Wonosobo – Kabupaten Batang. Sedangkan bagi yang berasal dari arah Semarang menuju Temanggung, disarankan untuk menggunakan jalur melalui Kabupaten Kendal – Kabupaten Grobogan – Kecamatan Pringsurat. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa informasi terkini mengenai kondisi jalan melalui kanal resmi dari BPBD atau Dinas Perhubungan Kabupaten Temanggung sebelum melakukan perjalanan, guna menghindari kemacetan dan risiko kecelakaan yang mungkin terjadi.
Kepala BPBD Kabupaten Temanggung, Bapak Haryono, dalam siaran pers yang diterbitkan pada malam hari yang sama menyampaikan bahwa tim masih terus melakukan pemantauan kondisi tanah di sekitar lokasi longsoran serta wilayah lain yang memiliki potensi risiko tinggi. “Kami telah melakukan pemetaan wilayah rawan longsor di seluruh Kabupaten Temanggung dan saat ini sedang melakukan pemantauan intensif di lebih dari 50 titik rawan. Kondisi cuaca yang tidak menentu akibat perubahan iklim membuat kami harus lebih ekstra hati-hati dalam mengantisipasi terjadinya bencana,” jelasnya.
Selain itu, pihak BPBD juga mengingatkan seluruh masyarakat di Kabupaten Temanggung, terutama yang tinggal di wilayah dekat lereng, pinggir sungai, atau daerah yang pernah terdampak bencana sebelumnya, untuk tetap waspada dan selalu siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, atau banjir bandang. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh masyarakat antara lain memastikan drainase di sekitar rumah tetap bersih dan tidak tersumbat, tidak membuang sampah sembarangan, memantau informasi cuaca dan peringatan dini bencana secara berkala, serta menyiapkan perlengkapan darurat yang cukup seperti makanan siap saji, air minum, obat-obatan, dan dokumen penting dalam satu tempat yang mudah dijangkau.
Tim gabungan juga telah melakukan pengecekan terhadap kondisi infrastruktur lain di sekitar lokasi longsoran, termasuk jembatan kecil dan saluran irigasi yang berada di bawahnya, untuk memastikan tidak ada kerusakan yang tidak terdeteksi dan dapat menyebabkan masalah lebih besar di masa depan. Pihak terkait berencana melakukan evaluasi lebih lanjut terhadap struktur jalan di ruas tersebut setelah proses pembersihan selesai, termasuk mempertimbangkan pembuatan pagar penahan tanah atau drainase tambahan untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.
Hingga pukul 20.00 WIB, proses pembersihan material longsoran telah mencapai sekitar 60% dan diperkirakan akan selesai dalam waktu 1-2 hari ke depan, tergantung pada kondisi cuaca yang akan datang. Pihak berwenang berharap agar seluruh masyarakat dapat bekerja sama dan mematuhi peraturan yang telah ditetapkan untuk menjaga keselamatan bersama serta memudahkan proses penanganan bencana yang sedang berlangsung.
