Tegal – Kosmiindonesia.com – Dengan segala hormat dan rasa tanggung jawab yang tinggi, kami dari Posko PMI Kabupaten Tegal menyampaikan laporan hasil assesment terkait insiden orang hanyut yang mengguncang wilayah Kecamatan Bojong pada hari Rabu, 04 Februari 2026. Tulisan ini secara deskriptif menguraikan setiap detail peristiwa, mulai dari kondisi awal kejadian hingga upaya penanganan yang telah dilakukan, dengan tujuan memberikan gambaran yang jelas, terperinci, dan akurat bagi semua pihak yang berkepentingan dalam upaya kemanusiaan.
Insiden yang terjadi adalah kasus orang hanyut akibat arus air yang deras, yang muncul sebagai akibat langsung dari kondisi cuaca hujan lebat yang melanda wilayah tersebut. Lokasi kejadian berada tepat di sepanjang Jalan Raya Bojong, Desa Buniwah, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal – sebuah titik yang dilintasi oleh selokan kecil yang biasanya berfungsi sebagai saluran drainase wilayah sekitar. Pada saat kejadian, selokan tersebut mengalami peningkatan debit air secara drastis akibat limpasan hujan yang mengalir deras dari lereng sekitar dan kawasan pemukiman di wilayah atas hilir.
Kejadian bermula pada pukul 16.30 WIB, ketika wilayah sekitar telah mengalami hujan dengan intensitas cukup tinggi selama kurang lebih 30 menit berturut-turut. Udara yang lembab dan jalan yang mulai tergenang air menjadi gambaran kondisi lapangan pada saat itu. Laporan ini diperbarui pada pukul 19.48 WIB, setelah serangkaian upaya penyisiran dan koordinasi menyeluruh telah dilakukan oleh seluruh pihak terkait, dengan harapan memberikan gambaran terkini mengenai perkembangan situasi.
Dampak yang dihasilkan dari insiden ini adalah adanya satu orang warga yang teridentifikasi sebagai Ajun Arman Permadi, yang terbawa dan terseret oleh aliran air yang kuat. Hingga saat laporan ini disusun, korban masih dalam keadaan hilang. Kondisi lokasi dengan aliran air yang deras dan medan yang cukup sulit – dengan banyak batu, reruntuhan kayu, dan tikungan selokan yang tidak terlihat jelas di bawah permukaan air – menjadi tantangan besar bagi tim yang sedang melakukan upaya pencarian. Tidak ada korban luka-luka lainnya yang tercatat dalam kejadian ini, sehingga fokus penanganan sepenuhnya diarahkan pada upaya menemukan korban yang hilang.
Korban yang hilang adalah seorang pemuda belia bernama Ajun Arman Permadi, berusia 17 tahun. Rumah asalnya berada di Desa Kreman, RT 06 RW 01, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal. Saat ini, ia sedang menempuh pendidikan sebagai santri aktif di Pondok Pesantren Al Abror yang berlokasi di Kecamatan Bojong. Sebelum kejadian terjadi, korban tampak dalam kondisi baik dan sedang menjalankan aktivitas hariannya, termasuk berangkat bersama teman-temannya untuk mengikuti kegiatan kerja kelompok seperti yang telah direncanakan sebelumnya.
Segera setelah menerima panggilan darurat mengenai kejadian, pihak Posko PMI Kabupaten Tegal dengan cepat mengambil tindakan yang terstruktur. Tim assesment lapangan tiba di lokasi pada pukul 16.55 WIB, langsung melakukan pengamatan terhadap kondisi lapangan – mulai dari mengidentifikasi jalur aliran air yang mungkin telah membawa korban, mengevaluasi kondisi medan yang dapat memengaruhi upaya pencarian, hingga mengantisipasi potensi risiko lain seperti tanah longsor atau peningkatan debit air kembali.
Selanjutnya, pihak PMI melakukan koordinasi erat dengan berbagai instansi terkait, termasuk kepolisian, koramil, BPBD, pemadam kebakaran, dan elemen masyarakat lokal. Setiap pihak bekerja sesuai dengan peran dan tanggung jawabnya, menyusun strategi pencarian yang terkoordinasi dan efektif. Upaya penyisiran kemudian dilakukan secara bertahap, mulai dari titik awal kejadian hingga beberapa titik hilir selokan yang diperkirakan sebagai jalur aliran air. Tim menggunakan peralatan yang tersedia dan juga memanfaatkan pengetahuan mendalam masyarakat lokal mengenai kondisi wilayah sekitar, yang sangat membantu dalam menentukan arah pencarian.
Hingga saat ini, upaya penyisiran masih terus berlangsung dengan memperhatikan keselamatan setiap petugas yang terlibat. Tim juga telah menjalin komunikasi erat dengan keluarga korban, memberikan informasi terkini secara berkala serta dukungan emosional dan kemanusiaan yang diperlukan dalam masa sulit ini.
Pihak Posko PMI Kabupaten Tegal pertama kali menerima informasi tentang kejadian laka air melalui panggilan darurat dari warga sekitar pada pukul 16.35 WIB. Berdasarkan keterangan saksi serta hasil wawancara dengan mereka yang berada di lokasi saat kejadian, peristiwa berlangsung sebagai berikut:
Ajun Arman Permadi bersama beberapa temannya sedang dalam perjalanan menuju lokasi kerja kelompok di Desa Rembul. Ketika mereka tiba di Jalan Raya Bojong, hujan deras tiba-tiba mengguyur wilayah tersebut, membuat mereka memutuskan untuk menepi di bawah kanopi sebuah bangunan yang berada di pinggir jalan. Pada saat yang sama, seorang warga yang mengendarai motor melintas dan kehilangan kontrol akibat permukaan jalan yang licin dan genangan air yang cukup dalam, sehingga terjatuh di dekat pinggir selokan.
Melihat kejadian tersebut, korban dengan keberanian langsung melompat untuk membantu korban motor yang terjatuh. Namun, saat ia sedang dalam proses memberikan bantuan, arus air dari selokan yang tiba-tiba meningkat dengan cepat menggerus tanah di pinggir selokan, membuatnya kehilangan keseimbangan dan terbawa masuk ke dalam aliran air yang kuat. Teman-temannya dan warga sekitar yang melihat kejadian berusaha menariknya kembali, namun kekuatan arus air terlalu besar sehingga upaya tersebut tidak dapat dilakukan dengan efektif.
Saksi yang menjadi sumber informasi utama mengenai kejadian adalah Esa Aditya, seorang pemuda berusia 22 tahun. Ia merupakan teman sekelas korban di Pondok Pesantren Al Abror dan sedang bersama korban dalam perjalanan menuju lokasi kerja kelompok. Esa adalah orang pertama yang melihat seluruh rangkaian kejadian dan segera memberikan informasi kepada warga sekitar serta menghubungi pihak berwenang untuk meminta bantuan. Ia juga telah memberikan keterangan rinci secara tertulis dan lisan kepada pihak kepolisian serta tim penyelidikan, menjelaskan setiap detail yang ia lihat dengan jelas dan terstruktur.
Proses penanganan kejadian ini melibatkan kerja sama erat antara berbagai pihak yang masing-masing memberikan kontribusi penting. Polsek Bojong bertugas menangani aspek keamanan lokasi, mengatur lalu lintas agar tidak mengganggu upaya pencarian, serta melakukan dokumentasi seluruh proses kejadian. Koramil Bojong memberikan dukungan tenaga serta sarana yang diperlukan untuk penyisiran, sekaligus berperan dalam koordinasi dengan elemen masyarakat lokal.
BPBD Kabupaten Tegal mengambil peran utama dalam penanganan bencana, menyediakan sarana prasarana seperti perahu karet, alat pemotong reruntuhan, serta tim khusus penyelamatan air. Pemadam Kebakran Bojong memberikan bantuan tenaga terlatih serta peralatan khusus untuk menjelajahi wilayah yang sulit dijangkau dan memiliki risiko tinggi. PMI Kabupaten Tegal fokus pada penanganan korban, memberikan dukungan kemanusiaan bagi keluarga korban, serta menjadi penghubung koordinasi antar semua instansi yang terlibat. Selain itu, masyarakat lokal juga berperan aktif dengan memberikan informasi penting, tenaga sukarela, serta pemahaman mendalam mengenai kondisi wilayah sekitar yang menjadi kunci dalam upaya pencarian.
Demikian gambaran deskriptif mengenai hasil assesment kejadian orang hanyut yang dapat kami sampaikan kepada Yth. Ketua PMI Kabupaten Tegal. Setiap detail yang diuraikan di atas diharapkan dapat menjadi dasar yang tepat untuk menetapkan langkah-langkah tindak lanjut yang diperlukan, baik dalam rangka upaya mencari korban maupun memberikan dukungan yang komprehensif bagi keluarga korban. Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi dan segera memberikan update jika terdapat kemajuan dalam upaya yang sedang dilakukan.
Atas perhatian dan dukungan yang diberikan, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Posko PMI Kabupaten Tegal
Rabu, 04 Februari 2026
