Kabupaten Bekasi – KOSMI INDONESIA – Selama satu bulan, Desa Wibawamulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, menjadi saksi bagaimana TNI dan masyarakat berjalan bersama membangun desa.
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0509/Kabupaten Bekasi resmi dimulai pada 15 Juli 2026 dan ditutup pada 13 Agustus 2026. Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga membangun kedekatan antara prajurit dan masyarakat.
Saat membuka TMMD, Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menegaskan pentingnya sinergi pemerintah daerah dengan TNI dalam mempercepat pembangunan, terutama di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.
“Ini adalah salah satu bentuk sinergi antara TNI dengan pemerintah daerah. Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI. Wilayah ini merupakan ujung Kabupaten Bekasi, namun bukan berarti tidak diperhatikan. Justru ini menjadi bukti bahwa pemerintah hadir untuk masyarakat,” ujar Asep.
Dukungan Pemerintah Kabupaten Bekasi diwujudkan melalui alokasi APBD Tahun 2026 sebesar Rp1 miliar untuk mendukung pelaksanaan TMMD.
Selama pelaksanaan, Satgas TMMD bersama warga bergotong royong mengerjakan berbagai pembangunan. Jalan lingkungan dibangun dan diperbaiki, rumah tidak layak huni mulai dibenahi, serta berbagai kegiatan pendukung lainnya dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Namun, cerita TMMD tidak hanya tentang pembangunan fisik. Setiap hari, prajurit TNI dan warga bertemu dalam suasana gotong royong. Warga ikut membantu pekerjaan, sementara personel Satgas juga berbaur dan tinggal bersama masyarakat.
Pemandangan sederhana seperti warga membawa ember untuk membantu menyiram jalan yang baru dicor menjadi gambaran kuat tentang kebersamaan tersebut.
Bahkan pada malam hari, hubungan antara Satgas dan masyarakat semakin erat melalui kegiatan doa bersama. Mereka duduk berdampingan, memanjatkan doa agar seluruh rangkaian TMMD berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dandim 0509/Kabupaten Bekasi Letkol Inf Michael Ronald S. mengatakan, keberhasilan TMMD tidak terlepas dari dukungan masyarakat.
“Tugas kami adalah membantu rakyat. Bersama rakyat, kami membangun negeri. Melalui TMMD ini kami berharap manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Selain pembangunan fisik, TMMD ke-129 juga diisi berbagai kegiatan nonfisik, seperti penyuluhan bela negara, hukum, bahaya narkoba, lingkungan hidup, kesehatan, stunting, hingga edukasi bagi generasi muda.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan desa tidak hanya membutuhkan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan peningkatan pengetahuan, kepedulian, dan kualitas sumber daya manusia.
Bagi masyarakat Wibawamulya, kehadiran Satgas TMMD meninggalkan kesan yang mendalam.
“Bapak-bapak TNI bukan hanya datang membangun, tetapi juga dekat dengan masyarakat. Kami bekerja bersama, berbaur bersama, bahkan berdoa bersama. Rasanya seperti keluarga,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat.
Sebulan kemudian, Kamis 13 Agustus 2026, TMMD ke-129 resmi ditutup. Upacara penutupan dipimpin Brigjen TNI Ari Tri Hedhianto, S.I.P., M.H.I., selaku Irdam Jaya.
Dalam amanatnya, Irdam Jaya mengajak seluruh pihak mempertahankan semangat gotong royong yang telah tumbuh selama pelaksanaan TMMD.
“TMMD merupakan wujud nyata dalam membangun Indonesia, khususnya daerah yang membutuhkan pembangunan. Tetap jaga dan pelihara gotong royong dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Penutupan TMMD bukan berarti berakhirnya semangat yang telah dibangun selama satu bulan.
Jalan yang telah dibangun akan terus digunakan. Rumah yang diperbaiki akan menjadi tempat berlindung keluarga. Pengetahuan yang diberikan akan menjadi bekal masyarakat. Dan kebersamaan yang tercipta diharapkan tetap hidup setelah para prajurit kembali menjalankan tugasnya.
Bagi TNI, TMMD adalah pengabdian.
Bagi pemerintah daerah, TMMD adalah bentuk kolaborasi pembangunan.
Dan bagi masyarakat, TMMD meninggalkan sebuah pesan sederhana: ketika TNI dan rakyat bersatu, pembangunan tidak hanya menghasilkan perubahan secara fisik, tetapi juga menghadirkan rasa kebersamaan dan harapan.
TMMD ke-129 telah selesai. Namun semangat “Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” diharapkan terus menjadi energi bagi masyarakat Wibawamulya untuk menjaga dan melanjutkan hasil pembangunan bersama. ( Sofyan )








