Bekasi – KOSMI INDONESIA – Mentari pagi baru saja menyinari Kampung Leuwi Malang, Desa Wibawamulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Sebelum suara alat kerja terdengar dan pembangunan jalan lingkungan dimulai, sejumlah personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0509/Kabupaten Bekasi terlebih dahulu mengawali aktivitas dengan Giat Kurve di Sasaran 1, Kamis (23/7/2026).
Di sepanjang Jalan Kampung Leuwi Malang RT 007 RW 004, Dusun II, para prajurit tampak menyapu jalan, mengumpulkan sampah, membersihkan semak di sekitar lokasi pembangunan, hingga merapikan lingkungan permukiman warga. Kegiatan sederhana itu menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong bersama masyarakat.
Namun pagi itu, ada pemandangan lain yang mencerminkan kepedulian Satgas TMMD terhadap kondisi warga. Beberapa personel terlihat membantu mengambil air dari sumur tradisional yang debitnya mulai berkurang akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Ember demi ember air diangkat untuk membantu kebutuhan warga di sekitar lokasi pembangunan.
Bagi Satgas TMMD, membangun desa tidak hanya diwujudkan melalui pengecoran jalan atau pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Di sela-sela kegiatan, personel TNI juga memberikan imbauan kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Masyarakat diingatkan untuk tidak membakar sampah sembarangan, tidak meninggalkan api tanpa pengawasan, serta bersama-sama menjaga lingkungan agar terhindar dari kebakaran yang dapat mengancam permukiman.
Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0509/Kabupaten Bekasi, Letkol Inf Michael Ronald, S.I.P., M.H.I., mengatakan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan TMMD.
“TMMD bukan hanya membangun sarana fisik, tetapi juga mengajak masyarakat membangun budaya hidup bersih, peduli terhadap lingkungan, dan meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi musim kemarau. Keselamatan warga adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Kehadiran para prajurit mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Warga ikut bergotong royong membersihkan lingkungan dan menyambut baik edukasi yang diberikan terkait bahaya kebakaran di musim kemarau.
Salah seorang warga, Ibu Yayah (49), mengaku terbantu dengan kegiatan yang dilakukan Satgas TMMD.
“Kami senang melihat bapak-bapak TNI tidak hanya membangun jalan, tetapi juga peduli dengan kebersihan kampung dan mengingatkan kami agar lebih waspada saat kemarau. Bahkan mereka ikut membantu mengambil air dari sumur. Hal-hal seperti ini membuat kami merasa benar-benar didampingi,” tuturnya.
Memasuki hari ke-9 pelaksanaan TMMD Ke-129, kemanunggalan TNI dan rakyat semakin terasa dalam setiap kegiatan. Dari membersihkan kampung, membantu warga memenuhi kebutuhan air, hingga memberikan edukasi tentang pencegahan kebakaran, seluruh aktivitas tersebut menjadi bukti bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan, melainkan gerakan bersama untuk membangun desa yang lebih bersih, lebih aman, dan lebih tangguh menghadapi tantangan.
Di Desa Wibawamulya, pengabdian itu dimulai sejak matahari terbit. Sebelum jalan dicor dan infrastruktur dibangun, kepedulian kepada masyarakat telah lebih dahulu ditanamkan. Itulah wajah TMMD: membangun dengan karya, mengabdi dengan hati, dan hadir bersama rakyat dalam setiap keadaan.








