Bekasi – Kosmiindinesia.com Minggu, 18 Januari 2026, pagi hari masih menyaksikan genangan air yang menggenangi sebagian besar kawasan permukiman di Kampung Poncol, Desa Tanjungsari, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Namun, suasana khawatir di tengah masyarakat terdampak sedikit terasa mereda dengan kedatangan rombongan gabungan yang terdiri dari Kapolres Metro Bekasi, Plt. Bupati Bekasi, unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Korps Brimob Polri, Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta Lurah Tanjungsari setempat. Rombongan ini turun langsung ke lokasi untuk menangani secara langsung serta meninjau kondisi warga yang terkena dampak banjir yang melanda kawasan tersebut akibat curah hujan tinggi yang terjadi selama lebih dari 15 jam berturut-turut dan meluapnya aliran sungai yang melewati bagian utara pemukiman.
Pada pukul 09.30 WIB, rombongan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Bekasi Kombespol sumarni, S. I.K, S.H, M.H dan Pj. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja. tiba di lokasi melalui jalan yang masih bisa dilewati kendaraan, sebelum melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyelami genangan air yang mencapai tinggi 60 hingga 90 sentimeter di beberapa titik. Langkah kaki para pimpinan daerah dan aparat gabungan menyusuri jalanan pemukiman yang terendam menunjukkan komitmen nyata dalam memberikan perhatian langsung kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana.
Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi lintas sektor yang terkoordinasi dengan baik dalam merespons cepat bencana banjir yang melanda kawasan permukiman warga. Kawasan Kampung Poncol yang berada di bantaran sungai telah lama dikenal sebagai wilayah yang rawan banjir setiap musim penghujan, namun curah hujan yang ekstrem pada malam hari Sabtu (17/01) hingga pagi Minggu membuat debit air sungai melampaui batas normal, sehingga menyebabkan luapan yang lebih luas dari biasanya. Kehadiran langsung para pimpinan dan aparat gabungan tidak hanya memberikan rasa aman kepada warga, melainkan juga menunjukkan bahwa pemerintah dan TNI-Polri selalu siap berada di garda terdepan dalam menjaga keselamatan serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.
“Saat kami mendapatkan laporan tentang kondisi banjir yang semakin memburuk pada dini hari, kami langsung mengkoordinasikan dengan seluruh unsur terkait untuk mengambil langkah cepat. Tidak ada waktu untuk menunda-nunda – keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami,” ujar saat memberikan keterangan di lokasi, dengan latar belakang rumah-rumah warga yang sebagian besar masih terendam air.
Kapolres Metro Bekasi menyampaikan bahwa pihaknya telah mengerahkan ratusan personel polisi dari berbagai satuan, mulai dari Polsek Cikarang Utara, Korps Brimob, hingga Satuan Lalu Lintas Polri untuk mendukung penanganan banjir di Kampung Poncol. Personel gabungan yang telah disiagakan sejak dini hari melakukan berbagai tugas penting, antara lain melakukan pengamanan kawasan agar tidak terjadi perkara yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat, membantu evakuasi warga yang masih terkurung di rumah akibat tingginya genangan air, serta melakukan pemantauan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara terus-menerus di seluruh lokasi terdampak.
Di beberapa titik strategis, personel polisi juga membantu mengatur lalu lintas agar akses jalan untuk kendaraan bantuan dan alat berat penanganan banjir tetap lancar. Mereka juga bertugas untuk memastikan proses penyaluran bantuan berupa makanan, air bersih, dan perlengkapan darurat berjalan dengan aman dan tertib, sehingga setiap warga terdampak dapat menerima bantuan yang diperlukan tanpa ada hambatan atau kesalahan distribusi.
“Kami juga telah membentuk posko pengamanan di empat titik utama di Kampung Poncol untuk memudahkan warga yang membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan kondisi tertentu. Personel kami siap membantu 24 jam non-stop hingga kondisi kembali normal,” tambah kombespol sumarni, S. I.K, S.H, M. sambil menunjukkan posko yang telah dibangun di dekat balai RW Kampung Poncol.
Sementara itu, Plt. Bupati Bekasi H. Dedi Supandi menegaskan bahwa pemerintah daerah melalui BPBD Kabupaten Bekasi telah melakukan persiapan sejak beberapa hari yang lalu, mengingat prakiraan cuaca yang menunjukkan potensi curah hujan tinggi di wilayah Kabupaten Bekasi. Setelah banjir terjadi, pihaknya langsung mengerahkan personel dan peralatan penanganan bencana, termasuk beberapa unit alat berat untuk membantu menguras genangan air, serta tim penyelamat untuk evakuasi warga.
“Kami telah mendirikan tiga posko penanganan banjir di Kampung Poncol dan sekitarnya, yang berfungsi sebagai pusat koordinasi, distribusi logistik, dan pelayanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan. Sampai saat ini, kami telah mendistribusikan lebih dari 500 paket makanan siap saji, 3.000 liter air bersih, serta perlengkapan seperti selimut dan alas tidur bagi warga yang harus mengungsi,” ujar Plt. Bupati Bekasi saat berbicara dengan awak media yang mengikuti rombongan.
Pemerintah daerah juga telah bekerja sama dengan rumah sakit umum daerah dan puskesmas setempat untuk menyediakan layanan kesehatan darurat di posko. Tim dokter dan perawat siap menangani kasus-kasus seperti penyakit kulit akibat kontak dengan air banjir, gangguan pencernaan, serta memberikan pertolongan pertama bagi warga yang mengalami kesulitan kesehatan akibat kondisi bencana. Selain itu, tim kesehatan juga telah melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh kawasan terdampak untuk mencegah penyebaran penyakit menular pasca banjir.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga meluangkan waktu untuk berdialog langsung dengan warga terdampak, baik yang masih tinggal di rumah maupun yang telah mengungsi ke tempat yang lebih aman seperti balai desa atau rumah saudara. Para pimpinan mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat secara langsung, mulai dari kekhawatiran tentang kerusakan barang milik, kesulitan mendapatkan akses ke fasilitas publik, hingga harapan mereka terkait upaya mitigasi banjir di masa depan.
Salah satu warga, Bapak Sudarmanto (52) yang tinggal di Jalan Raya Kampung Poncol Blok C, menyampaikan bahwa air banjir telah masuk ke rumahnya sejak pukul 02.00 WIB dan merendam sebagian besar barang-barang dalam rumahnya. “Kami sangat bersyukur dengan kedatangan Bapak-Bapak pimpinan dan aparat gabungan. Bantuan yang diberikan sangat membantu kami dalam menghadapi kondisi ini. Semoga kedepannya ada solusi yang lebih baik agar banjir tidak lagi mengganggu kehidupan kami,” ujarnya dengan suara penuh harapan.
Aparat Brimob dan TNI yang turut serta dalam kegiatan ini juga memberikan kontribusi besar dalam membantu masyarakat. Personel mereka membantu evakuasi warga yang membutuhkan, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan perempuan, dengan menggunakan perahu karet serta bantuan fisik untuk membawa barang bawaan mereka ke tempat yang lebih aman. Mereka juga membantu membersihkan puing-puing dan lumpur dari halaman rumah warga yang mulai surut akibat upaya pengurasan genangan air.
Dengan adanya kolaborasi yang solid dan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, dan unsur terkait lainnya, diharapkan penanganan banjir di Kampung Poncol dapat berjalan dengan optimal dan masyarakat dapat segera kembali ke kehidupan normal. Para pimpinan juga menegaskan bahwa upaya penanganan tidak akan berhenti hanya pada tahap evakuasi dan distribusi bantuan, namun akan terus berlanjut dengan pemulihan fasilitas publik dan pembahasan tentang langkah-langkah mitigasi banjir jangka panjang untuk kawasan tersebut.
“Kita akan melakukan evaluasi bersama setelah kondisi kembali stabil untuk melihat apa saja yang perlu diperbaiki dan diperkuat dalam sistem penanggulangan bencana kita. Selain itu, kita juga akan fokus pada pembangunan infrastruktur yang dapat mengurangi risiko banjir di Kampung Poncol, seperti perluasan saluran drainase dan pembersihan sungai secara berkala,” jelas Plt. Bupati Bekasi.
Untuk memastikan setiap warga yang membutuhkan bantuan dapat dengan mudah mengaksesnya, Kapolres Metro Bekasi mengimbau masyarakat untuk tidak sungkan atau ragu untuk melaporkan kondisi atau meminta bantuan melalui saluran yang telah disediakan. “Jika Anda atau orang terdekat Anda membutuhkan bantuan dari pihak kepolisian, silakan hubungi nomor darurat 110, atau melalui layanan Whatsapp CLBK (Curhat Langsung Bunda Kapolres) di nomor 0813-8399-0086. Selain itu, untuk pengaduan atau informasi lainnya, Anda juga bisa menghubungi nomor layanan 24 jam kami di 0811-1939-110. Tim kami siap merespons setiap laporan dengan cepat dan tepat,” pungkas Kombes Pol. Iwan Setiawan.
Pada sore hari, permukaan air banjir di sebagian besar kawasan Kampung Poncol mulai menunjukkan tanda-tanda surut, meskipun beberapa titik masih tergenang air dalam jumlah yang cukup banyak. Personel gabungan tetap berada di lokasi untuk memantau situasi dan memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta memastikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di tengah kondisi bencana yang masih berlangsung.
