Bogor – Kosmiindonesia.com – Sebuah pabrik obat-obatan herbal milik PT Phytochemindo Reksa yang berlokasi di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, dilaporkan terbakar sekitar pukul 09.20 WIB pada Jumat (16 Januari 2026). Insiden ini mengakibatkan kepulan asap hitam tebal membumbung tinggi hingga terlihat dari beberapa kilometer jauhnya, serta sempat disertai suara ledakan yang cukup keras yang membuat warga sekitar terpaksa dan terpaksa mengungsi.
Kepala Desa Cicadas, Supriyatno, mengungkapkan bahwa pertama kali insiden terdeteksi oleh seorang pekerja yang sedang memasuki area pabrik untuk memulai aktivitas harian. “Saat itu saya baru saja berada di kantor desa ketika menerima panggilan darurat dari warga. Mereka melaporkan ada api besar dan suara ledakan yang sangat menggemparkan,” ujarnya saat dihubungi usai kejadian.
Kepulan asap hitam yang keluar dari atap dan bagian dinding pabrik tidak hanya mengganggu pandangan, tetapi juga memicu kepanikan di lingkungan sekitar. Banyak warga yang tinggal dalam radius 500 meter dari lokasi pabrik langsung mengungsi membawa barang berharga dan anggota keluarga, terutama anak-anak dan lansia. Beberapa warga juga membantu menyebarkan informasi agar masyarakat lainnya tetap menjauhi area kejadian. “Kami langsung mengarahkan warga ke tempat aman, yaitu lapangan desa yang berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi pabrik,” jelas salah satu relawan yang membantu proses evakuasi.
Setelah menerima laporan dari warga, pihak kepolisian dan dinas pemadam kebakaran (Damkar) segera mengirimkan tim ke lokasi kejadian. Sebanyak 8 unit mobil pemadam dari pos Damkar Gunung Putri, Bogor Barat, dan Cibinong diterjunkan untuk memadamkan api yang telah menyebar ke beberapa bagian pabrik, termasuk area gudang bahan baku dan ruang produksi. Petugas juga bekerja ekstra keras untuk mencegah api menyebar ke bangunan sekitarnya, yang sebagian besar merupakan rumah tinggal dan beberapa usaha kecil menengah.
Kepala Satuan Damkar Kecamatan Gunung Putri, Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa kondisi medan dan jenis bahan yang terbakar menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman. “Beberapa bagian pabrik menyimpan bahan baku herbal dan bahan kimia pendukung produksi, yang membuat api sulit dipadamkan dan menghasilkan asap yang cukup tebal. Kami juga harus berhati-hati agar tidak terjadi ledakan kembali,” ucapnya. Selain itu, akses jalan menuju lokasi yang cukup sempit juga menghambat kecepatan pengiriman alat dan tenaga tambahan.
Hingga pukul 12.30 WIB, api telah berhasil dikendalikan sebagian besar, meskipun masih ada titik-titik api yang perlu dibasmi secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen PT Phytochemindo Reksa mengenai penyebab pasti terjadinya kebakaran. Wakil Direktur Perusahaan, yang enggan menyebutkan nama lengkapnya, hanya menyampaikan bahwa pihak perusahaan akan bekerja sama penuh dengan penyelidikan yang akan dilakukan oleh aparatur terkait. “Kami sangat prihatin dengan kejadian ini dan berharap tidak ada korban jiwa atau luka-luka akibat insiden ini. Kami akan segera melakukan evaluasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani dampak yang terjadi,” ujarnya dalam sambutan singkat.
Pihak kepolisian juga menyatakan bahwa penyelidikan mendalam akan dilakukan setelah situasi di lokasi terkendali sepenuhnya. Tim penyelidikan akan melakukan pemeriksaan ke lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti dan menentukan akar penyebab kebakaran, apakah disebabkan oleh kesalahan manusia, kelalaian dalam pengelolaan keamanan, atau faktor teknis lainnya. Selain itu, pihak berwenang juga sedang melakukan verifikasi untuk memastikan apakah ada korban jiwa atau luka-luka dari pekerja pabrik atau warga sekitar. Sampai saat ini, belum ada informasi resmi mengenai korban yang menimbulkan kekhawatiran.
Masyarakat sekitar mengungkapkan kekhawatiran mereka mengenai dampak jangka panjang dari insiden kebakaran ini, terutama terkait kualitas udara dan keamanan lingkungan. Beberapa warga menyampaikan bahwa mereka merasakan bau menyengat dari asap yang terbakar dan khawatir akan efeknya bagi kesehatan. Pihak dinas lingkungan hidup Kabupaten Bogor telah mengirimkan tim untuk melakukan pemeriksaan kualitas udara di sekitar lokasi kejadian dan akan memberikan rekomendasi jika diperlukan tindakan penanganan tambahan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap gejala kesehatan yang mungkin muncul akibat terpapar asap, seperti batuk, sesak napas, atau iritasi mata. “Jika mengalami gejala tersebut, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat,” jelasnya.
Kejadian kebakaran pada pabrik obat herbal PT Phytochemindo Reksa menjadi peringatan bagi seluruh pelaku usaha di sektor industri tentang pentingnya menerapkan standar keamanan dan protokol pencegahan kebakaran yang ketat. Pihak berwenang juga akan melakukan pemantauan lebih ketat terhadap perusahaan-perusahaan di wilayah Kabupaten Bogor untuk memastikan bahwa langkah-langkah keamanan telah diterapkan dengan benar dan menghindari terjadinya insiden serupa di masa depan.
