Indramayu – Kosmiindonesia.com – Korban Diketahui Bernama Siti Aisyah (41), Pernah Mengalami Depresi Warga Desa Sumuradem Timur, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, digegerkan oleh penemuan mendadak mayat seorang wanita di depan garasi koperasi kosong yang terletak di pinggir Jalur Pantura, pada pagi hari Jumat (09/01/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Kejadian ini membuat masyarakat sekitar terkejut dan segera melaporkannya ke pihak kepolisian setempat.
Seorang warga bernama Suparman (52 tahun) yang sedang melakukan aktivitas pagi di sekitar lokasi menjadi orang pertama yang menemukan mayat tersebut. Menurut kesaksiannya, ia melihat sosok seorang wanita mengenakan pakaian serba hitam dengan posisi terduduk kaku bersandar pada pintu gerbang garasi koperasi yang sudah tidak aktif digunakan selama beberapa bulan terakhir.
“Awalnya saya kira dia hanya sedang beristirahat atau mengalami kesulitan kesehatan, tapi ketika saya mendekat, terlihat kondisi wajahnya yang tidak bernyawa dan tubuhnya sudah mulai kaku. Saya langsung berteriak untuk memanggil warga sekitar dan melaporkan ke kantor polisi,” ujar Suparman saat memberikan kesaksian kepada petugas kepolisian.
Dari kondisi fisik yang terlihat saat ditemukan, korban tidak menunjukkan tanda-tanda cedera luar yang jelas. Pakaiannya tetap rapi dan tidak ada tanda-tanda perkelahian atau gangguan dari pihak lain di sekitar lokasi kejadian. Garasi koperasi yang menjadi lokasi penemuan terletak di pinggir jalan raya Pantura, sehingga sering dilalui oleh kendaraan maupun pejalan kaki, namun tidak ada orang yang menyadari keberadaan korban sebelum pagi hari itu.
Setelah menerima laporan dari warga, Kapolsek Sukra, Iptu Andi Supriyatna, segera memerintahkan petugas untuk mendatangi lokasi kejadian. Bersama tim Investigasi Forensik dan Identifikasi (Inafis) dari Polres Indramayu, pihak kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara cermat untuk mengumpulkan bukti dan informasi yang diperlukan.
Selama proses pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan sebuah kartu identitas di dalam saku pinggang sebelah kanan korban. Dari data yang tertera pada identitas tersebut, diketahui bahwa korban bernama Siti Aisyah (41 tahun), warga Desa Mekarjati, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu.
“Kami telah segera menghubungi keluarga korban untuk memastikan identitas, dan mereka telah datang ke lokasi untuk mengkonfirmasi bahwa jasad yang ditemukan memang adalah keluarga mereka. Berdasarkan keterangan dari keluarga, korban dalam beberapa waktu terakhir sedang mengalami kondisi depresi dan seringkali menyendiri,” jelas Iptu Andi Supriyatna dalam keterangan resmi kepada awak media yang datang ke lokasi.
Keluarga korban menyatakan bahwa Siti Aisyah telah menjalani pengobatan untuk kondisi depresi yang dialaminya, namun beberapa waktu terakhir ia seringkali keluar rumah tanpa memberitahu tujuan atau lokasi yang akan dikunjungi. Mereka juga mengaku khawatir karena korban tidak pulang ke rumah sejak hari Kamis (08/01/2026) malam.
Berdasarkan kondisi jasad yang sudah mulai kaku dan tidak menunjukkan tanda-tanda pembusukan yang signifikan, Iptu Andi memperkirakan bahwa korban telah meninggal dunia sekitar sehari sebelum ditemukan, yaitu pada hari Kamis sore atau malam hari. Untuk mengetahui penyebab pasti kematian, pihak kepolisian telah mengeluarkan surat izin pengambilan jasad dan mengevakuasikannya ke Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu untuk dilakukan pemeriksaan otopsi oleh tim dokter forensik.
“Pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit sangat penting untuk mengetahui apakah kematian korban disebabkan oleh faktor kesehatan, atau ada faktor lain yang perlu kita teliti lebih mendalam. Kami akan menunggu hasil pemeriksaan dari tim medis sebelum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian,” tambah Iptu Andi.
Saat ini, pihak kepolisian juga sedang melakukan penyelidikan terhadap jalur perjalanan korban sebelum ditemukan di lokasi kejadian, termasuk memeriksa kamera pemantau jalan raya di sekitar wilayah Jalur Pantura dan mengumpulkan kesaksian dari warga yang mungkin telah melihat korban sebelum kejadian.
Keluarga korban telah menyatakan bahwa mereka akan menunggu hasil pemeriksaan dari pihak rumah sakit dan kepolisian sebelum mengambil langkah selanjutnya terkait pemakaman jenazah Siti Aisyah.
