JAKARTA – Kosmiindonesia.com – Sebuah insiden serius terjadi di emplasemen bagian utara Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, pada Jumat pagi, 22 Mei 2026, sekitar pukul 08.10 WIB. Kejadian ini melibatkan dua rangkaian kereta api jarak jauh, yaitu KA Jaka Tingkir nomor perjalanan 255B dan KA Serayu nomor perjalanan 284B, yang kemudian menyebabkan bagian dari kedua rangkaian tersebut mengalami anjlokan dan mengganggu kelancaran perjalanan kereta api di jalur tersebut.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, insiden bermula saat rangkaian KA Jaka Tingkir yang baru saja menyelesaikan perjalanan dinasnya dari Stasiun Solo Balapan tiba di Stasiun Pasar Senen. Setelah seluruh penumpang turun dan rangkaian selesai menjalankan tugasnya, maka dilakukan proses pelangsiran atau perpindahan jalur, di mana rangkaian tersebut diarahkan untuk bergerak menuju arah Stasiun Kemayoran guna keperluan perawatan, penempatan sementara, atau persiapan perjalanan selanjutnya.
Di waktu yang hampir bersamaan, tidak jauh dari posisi KA Jaka Tingkir, rangkaian KA Serayu juga sedang bergerak di jalur yang sama. Saat itu, KA Serayu tengah dalam tahap persiapan untuk memulai perjalanan dinasnya menuju Stasiun Purwokerto, sehingga juga diarahkan bergerak ke arah yang sama menuju Kemayoran untuk penyesuaian posisi dan persiapan akhir sebelum berangkat.
Kedua rangkaian yang bergerak di jalur yang sama ini kemudian tidak terhindarkan dan saling bersenggolan. Akibat benturan yang terjadi, bagian paling belakang dari rangkaian KA Serayu langsung mengalami anjlokan atau terlepas dari rel kereta. Tidak hanya itu, lokomotif yang menarik rangkaian KA Jaka Tingkir dengan nomor identitas CC 203 98 04 CPN juga turut mengalami nasib yang sama dan terlihat berada di luar jalur rel. Hingga kini belum diketahui secara pasti seberapa parah kerusakan yang dialami oleh sarana perkeretaapian maupun prasarana rel yang ada di lokasi kejadian.
Sejak insiden terjadi, pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) segera mengerahkan tim khusus yang terdiri dari petugas teknisi, mekanik, serta tim evakuasi ke lokasi untuk menangani keadaan. Namun hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi sarana yang anjlok dan perbaikan jalur rel yang terkena dampak masih terus berlangsung dan belum selesai sepenuhnya. Proses ini diketahui membutuhkan waktu dan ketelitian yang tinggi agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih parah maupun bahaya tambahan bagi petugas yang sedang bekerja.
Akibat kejadian ini, arus perjalanan kereta api di sekitar jalur tersebut terhenti sepenuhnya. Gangguan yang terjadi berdampak langsung pada sejumlah perjalanan Commuter Line atau Kereta Rel Listrik (KRL) yang melintas di lintas Cikarang, salah satu jalur dengan kepadatan penumpang tertinggi di wilayah Jabodetabek. Sejumlah perjalanan diketahui mengalami penundaan, pengalihan jalur, atau bahkan dibatalkan sementara, yang menyebabkan antrean penumpang menumpuk di berbagai stasiun dan terjadi kepadatan di beberapa titik.
Pihak KAI menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh penumpang yang perjalanannya terganggu akibat kejadian ini dan berjanji akan mempercepat proses penyelesaian agar jalur bisa kembali beroperasi normal secepatnya. Sementara itu, penyelidikan terkait penyebab pasti mengapa kedua rangkaian bisa bergerak di jalur yang sama dan terjadi persenggolan juga terus dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.
