Tulang bawang – Kosmiindonesia.com Sabtu, 17 Januari 2026 pukul 12.20 WIB, seorang anak sekolah dasar bernama Ucil dari SD Negeri 1 Pasiran Jaya, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, dengan wajah penuh harap dan sedikit kesusahan, mengajukan panggilan bantuan langsung kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Dalam kesempatan itu, Ucil tidak hanya menyampaikan keluhan mendalam tentang kondisi jalan yang menjadi akses utama menuju sekolahnya, tetapi juga secara lugas bertanya, “Pak Presiden, bukankah ada wakil masyarakat yang seharusnya membantu menyampaikan masalah jalan rusak ini? Kenapa selama hampir 18 tahun jalan Hasan Bulan yang menghubungkan dengan Kampung Pasiran Jaya tidak pernah tersentuh oleh pemerintah setempat?”
Jalan Hasan Bulan, yang menjadi satu-satunya akses menuju kawasan Pasiran Jaya, berada dalam kondisi sangat memprihatinkan. Permukaan jalan yang sebagian besar terbuat dari tanah dan sedikit aspal yang sudah sangat tua kini dipenuhi dengan lubang-lubang besar yang seperti kobangan kerbau, seperti yang digambarkan oleh Ucil. Pada musim hujan, lubang-lubang tersebut akan terisi air dan lumpur yang dalam, membuat perjalanan menjadi sangat sulit bahkan untuk sepeda motor. Sedangkan pada musim kemarau, jalan tersebut menjadi tempat debu yang menggumpal dan semakin tidak nyaman untuk dilalui.
Bagi siswa-siswa SD Negeri 1 Pasiran Jaya, jalan rusak ini bukan hanya masalah kenyamanan semata, tetapi juga menjadi ancaman bagi keselamatan mereka. Banyak di antara mereka yang harus berjalan kaki atau naik sepeda selama beberapa kilometer setiap hari untuk mencapai sekolah. Tak jarang siswa terjatuh karena terpeleset di bagian jalan yang licin atau terjebak di lubang besar, menyebabkan luka-luka kecil bahkan cedera yang lebih serius. Selain itu, kondisi jalan yang buruk juga menghambat akses kendaraan sekolah maupun kendaraan umum yang ingin masuk ke kawasan tersebut, sehingga banyak orang tua yang terpaksa harus mengantar dan menjemput anak-anak mereka sendiri dengan risiko yang sama.
Saat menyampaikan keluhannya, wajah Ucil yang masih muda penuh dengan kebingungan dan harapan. Ia tidak mengerti mengapa masalah yang sudah ada selama hampir dua dekade ini tidak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat. “Pak Presiden, saya sering melihat orang-orang yang bilang mereka wakil kita di pemerintah, tapi mengapa mereka tidak pernah datang ke sini dan melihat bagaimana kita harus pergi sekolah setiap hari?” ujar Ucil dengan suara yang sedikit bergetar.
Menurut informasi dari beberapa warga di Kampung Pasiran Jaya, mereka sudah berkali-kali mengajukan keluhan tentang kondisi jalan Hasan Bulan kepada berbagai instansi pemerintah daerah, mulai dari kantor kecamatan hingga dinas pekerjaan umum Kabupaten Tulang Bawang. Namun, setiap keluhan yang diajukan selalu mendapatkan alasan berbeda, mulai dari keterbatasan anggaran, proses administrasi yang panjang, hingga alasan bahwa jalan tersebut bukan termasuk dalam prioritas pembangunan daerah. Beberapa kali juga ada janji akan dilakukan perbaikan, tetapi tidak pernah terealisasi hingga saat ini.
Warga juga mengaku sudah mencoba berbagai cara untuk memperbaiki jalan tersebut dengan kekuatan sendiri, seperti mengumpulkan dana bersama untuk mengisi lubang-lubang dengan tanah atau batu bata. Namun, upaya tersebut hanya bersifat sementara dan tidak dapat menyelesaikan masalah secara menyeluruh, terutama karena kondisi jalan yang sudah rusak parah di sebagian besar bagiannya.
Dengan jeritan dari Ucil yang kini telah sampai ke telinga publik dan diharapkan juga sampai ke perhatian Presiden Prabowo Subianto, masyarakat Pasiran Jaya sangat berharap bahwa masalah jalan rusak yang sudah lama mengganggu mereka akan segera mendapatkan solusi. Mereka berharap pemerintah setempat dapat segera mengambil langkah konkrit untuk melakukan perbaikan jalan Hasan Bulan, baik dengan mengalokasikan anggaran khusus maupun dengan bekerja sama dengan pihak swasta atau instansi terkait lainnya.
Selain itu, masyarakat juga berharap agar ada lebih banyak perhatian dari wakil-wakil masyarakat yang ada, agar mereka benar-benar dapat menjadi jembatan antara rakyat dan pemerintah dalam menyampaikan masalah-masalah yang ada di lapangan. Seperti yang disampaikan oleh Ucil, keberadaan wakil masyarakat seharusnya tidak hanya sebatas di gedung parlemen atau dalam acara-acara resmi, tetapi juga dapat secara aktif datang ke daerah-daerah yang mereka wakili untuk melihat langsung kondisi yang dihadapi oleh rakyat jelata.
Untuk Ucil dan teman-temannya di SD Negeri 1 Pasiran Jaya, harapan terbesar mereka adalah dapat pergi sekolah dengan aman dan nyaman tanpa harus khawatir akan terjatuh atau terjebak di lubang-lubang jalan yang besar. Mereka ingin memiliki jalan yang baik yang dapat menjadi bukti bahwa pemerintah benar-benar peduli dengan masa depan anak-anak bangsa, terutama mereka yang tinggal di daerah terpencil dan membutuhkan perhatian lebih banyak.
