Kabupaten Pidie – Kosmi Indonesia – Kamis (01/01/2026) – Setelah gema kembang api pergantian tahun menghilang, langit di Garot tiba-tiba tertutup awan gelap, dan hujan deras mulai mengguyur seluruh wilayah sejak dini hari. Gerimis yang awalnya ringan berkembang menjadi hujan yang deras dan terus-menerus, menciptakan derap suara kencang di atap rumah dan permukaan jalan.
Selama beberapa jam, intensitas hujan tak surut, menyebabkan air menggenangi saluran irigasi dan sungai kecil, hingga akhirnya meluap hingga menggenangi permukaan jembatan. Air yang menggelegar di atas jembatan membuat permukaan menjadi licin dan berbahaya, mengganggu aktivitas sehari-hari warga. Banyak yang hendak berangkat pagi terpaksa berhenti di pintu rumah, memandang jalan yang tertutup genangan dengan khawatir. Beberapa yang berani berjalan mengubah rute, menginjak genangan yang menyentuh mata kaki, sementara yang lain menunda perjalanan sepenuhnya.
Pemerintah setempat segera mengeluarkan imbauan, yang disebarkan melalui siaran suara dan pesan teks, mengingatkan warga untuk tetap waspada. Pesan itu menekankan risiko genangan air yang semakin membesar, jalan yang licin yang berpotensi menyebabkan kecelakaan, serta peningkatan debit air yang bisa menimbulkan bahaya tambahan.
Hingga saat ini, tak ada laporan resmi tentang banjir besar atau kerusakan infrastruktur dan properti. Di titik-titik rawan, tim pemantauan dari Dinas PUPR-BPBD Kabupaten Pidie berpatroli dengan kendaraan, memantau ketinggian air dan kondisi jalan. Mereka siap memberikan tanggapan cepat jika situasi memburuk.
Warga diharapkan terus mengikuti informasi terbaru dari sumber resmi, agar terhindar dari risiko yang tidak perlu di awal tahun yang baru.
(Ar)
