TULANGBAWANG – Kosmiindonesia.com – Setelah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun lamanya warga menderita, mengeluh, dan merasa diabaikan, akhirnya kabar menggembirakan dan sangat dinanti-nantikan benar-benar terjadi di lokasi perbaikan Jalan Hasan Bulan, Kampung Pasiranjaya, Kecamatan Denteteladas
Jalan yang selama ini dikenal luas oleh masyarakat dengan julukan pedas namun sangat nyata, yaitu “Jalan Kobangan Babi”, kini mulai mendapatkan penanganan yang serius berkat kepedulian dari berbagai pihak.
Pada hari ini, Kamis, 16 April 2026, suasana di lokasi berubah drastis. Tidak lagi hanya terdengar keluhan, melainkan harapan baru mulai tumbuh. Terlihat jelas kedatangan sederet truk besar yang membawa material perbaikan yang sangat dibutuhkan. Sebanyak total 8 unit truk telah tiba di lokasi membawa muatan penuh batu keriting, siap digunakan untuk memperkuat struktur jalan yang sudah rusak parah, amblas, dan becek selama bertahun-tahun.
Yang membuat momen ini semakin bermakna dan menyentuh hati adalah fakta bahwa material tersebut bukanlah datang dari anggaran pemerintah yang selama ini dinilai lambat bertindak.
Bantuan ini justru merupakan wujud nyata kepedulian, solidaritas, dan semangat gotong royong yang tinggi dari berbagai elemen masyarakat serta pelaku usaha setempat yang merasa prihatin dan tidak tega melihat penderitaan warga setiap hari.
Mereka turun tangan langsung untuk membantu menyelesaikan masalah yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara. Rincian bantuan yang diterima hari ini adalah sebagai berikut:
🚛 5 unit mobil bantuan penuh dari Budi Agen Padi dan pupuk
🚛 1 unit mobil bantuan dari Agen Padi Sade
🚛 2 unit mobil bantuan dari Pengusaha Ponton Mini
Dengan penjumlahan tersebut, hari ini langsung terkirim total 8 mobil batu keriting yang siap digunakan untuk proses penimbunan dan perkuatan jalan.
Kehadiran material ini menjawab keraguan besar warga sebelumnya yang sempat khawatir bahwa perbaikan ini hanya bersifat kosmetik semata, atau hanya sekadar meratakan tanah saja untuk menutupi rasa malu setelah viral, tanpa ada upaya sungguh-sungguh untuk membuat jalan tersebut kokoh dan tahan lama.
Para donatur dan pihak yang membantu memilih batu keriting sebagai bahan utama perbaikan bukan tanpa alasan. Material ini dipilih karena memiliki karakteristik teknis yang sangat baik dan ideal digunakan sebagai pondasi jalan, terutama untuk jalan poros yang sering dilalui kendaraan berat.
Batu keriting dikenal memiliki sifat:
✅ Sangat keras dan padat
✅ Memiliki daya ikat yang kuat ketika dicampur dengan tanah atau abu batu
✅ Mampu menahan beban kendaraan dengan sangat baik
✅ Tidak mudah amblas meski terkena air hujan terus-menerus
Dengan penggunaan material yang berkualitas ini, diharapkan struktur jalan akan jauh lebih kokoh, permukaannya menjadi rata, dan tentunya tahan lama meski sering dilalui truk-truk besar maupun saat musim hujan tiba.
Hal ini tentu menjawab harapan keras warga yang selama ini menuntut solusi permanen, bukan sekadar perbaikan sementara atau yang sering disebut warga sebagai “obat nyamuk bakar” yang hanya bagus sebentar tapi cepat rusak kembali.
Sampai berita ini diturunkan, proses penurunan dan penumpukan material masih terus berjalan dengan lancar di lokasi. Batu-batu tersebut akan segera disebar dan ditimbun untuk memperkuat permukaan jalan yang sebelumnya sudah diratakan oleh alat berat eskavator.
Warga yang melihat kedatangan truk-truk bantuan ini pun mulai merasa lega, tersenyum, dan bersyukur. Kehadiran bantuan ini membuktikan bahwa ketika masyarakat bersatu, peduli sesama, dan saling membantu, masalah yang berat pun bisa diatasi meskipun tanpa harus menunggu lama.
Semoga dengan adanya dukungan penuh dari berbagai pihak swasta dan masyarakat ini, Jalan Hasan Bulan bisa segera kembali berfungsi normal, aman, dan nyaman untuk dilalui oleh semua pengguna jalan.”Ucap”, Taha.
Namun, di balik rasa syukur ini, masih terselip catatan getir dari masyarakat. Warga berharap perbaikan ini benar-benar maksimal dan jalan tidak kembali rusak di masa depan, walaupun hingga saat ini pemerintah setempat masih terlihat tutup mata dan belum menunjukkan kepedulian yang nyata.
Kini, harapan masyarakat sepenuhnya tertumpu pada kualitas material bantuan ini dan kerja keras yang dilakukan, agar jalan poros vital ini bisa kembali layak pakai dan selamat untuk dilalui.
