Bekasi – Kosmiindonesia.com – Jumat (23/1/2026), banjir setinggi seleher orang dewasa merendam dua kawasan perumahan di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, yaitu Bekasi Green Village dan Green Lavender. Genangan air mulai memasuki permukiman sejak dini hari dan membuat ratusan rumah terendam, sementara sebagian warga terisolasi dan membutuhkan perahu karet untuk evakuasi serta pasokan makanan yang mendesak.
Menurut Ridho (33), salah satu warga Bekasi Green Village, hujan lebat yang mengguyur sejak Kamis malam menjadi pemicu awal terjadinya genangan, yang kemudian diperparah karena tanggul kali yang sebelumnya mengalami kebocoran menyebabkan aliran air masuk lebih cepat ke permukiman. “Puncak kenaikan air terjadi menjelang pagi, saat itu warga sudah berusaha menyelamatkan diri karena akses jalan dan rumah mulai tergenang total,” ujarnya.
Di Green Lavender, warga menyebutkan bahwa banjir sudah terjadi sejak Senin (19/1) lalu dan hingga saat ini belum surut, dengan ketinggian air di beberapa titik mencapai sepinggang orang dewasa. Kawasan ini ditempati oleh sekitar 426 kepala keluarga, yang aktivitas hariannya kini lumpuh akibat kondisi jalan yang tidak dapat dilewati kendaraan biasa.
Sampai siang hari, warga masih menunggu bantuan dari pemerintah daerah dan relawan. Pasokan logistik mulai menipis karena akses keluar masuk menjadi sulit, sementara petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi belum merilis data resmi mengenai luas wilayah terdampak maupun jumlah warga yang membutuhkan bantuan.
Sebelumnya, Pemkab Bekasi telah memiliki langkah penanganan banjir berbasis koordinasi lintas sektor, termasuk kerja sama dengan instansi terkait untuk mengatur debit air dan mengelola sampah yang menjadi salah satu faktor penyebab banjir. Namun, untuk kondisi terkini di Desa Sukamekar, pihak berwenang masih dalam proses penyiapan bantuan evakuasi dan distribusi makanan serta kebutuhan dasar lainnya.
