BEKASI – KOSMI INDONESIA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan tindakan mendadak di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi pada Kamis (18/12) malam. Tim penyidik terpantau menyegel sejumlah ruangan vital, mulai dari ruang kerja Bupati hingga tiga kantor dinas strategis.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tiga penyidik KPK yang mengenakan masker tiba di Gedung Bupati sekitar pukul 19.00 WIB. Setelah menunjukkan kartu identitas resmi, mereka langsung bergerak menuju lantai dua.
“Tiga orang pakai masker semua, masuk menunjukkan identitas KPK,” ungkap salah satu petugas keamanan di pintu masuk Gedung Bupati Bekasi.
Penyegelan Massal di Lingkungan Pemkab
Hanya dalam waktu singkat, tim penyidik berhasil mengamankan akses di beberapa titik krusial. Selain ruang kerja Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, segel merah-putih KPK kini juga terpasang di tiga kantor dinas lainnya, yaitu: Dinas Cipta Karya dan Penataan Ruang, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi dan Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora)
Dua pintu kayu berwarna coklat menuju ruang bupati kini telah tertempel segel bertulisan KPK. Setelah melakukan penyegelan selama sekitar 30 menit, tim penyidik diduga meninggalkan gedung melalui akses samping yang terkoneksi dengan gedung lain untuk menghindari kerumunan.
Indikasi Kasus Besar
Penyegelan serentak di Dinas Cipta Karya dan Dinas Bina Marga memperkuat dugaan adanya penyelidikan terkait proyek infrastruktur atau perizinan di wilayah Kabupaten Bekasi. Sesuai prosedur, penyegelan ini bertujuan untuk menjaga status quo agar tidak ada dokumen atau barang bukti elektronik yang dimanipulasi sebelum penggeledahan lanjutan dilakukan.
KPK dan Pemkab Masih Bungkam
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Gedung Merah Putih KPK maupun pejabat Pemerintah Kabupaten Bekasi mengenai status hukum Bupati Ade Kuswara Kunang atau para kepala dinas terkait.
Suasana di kompleks perkantoran Pemkab Bekasi malam ini nampak tegang dengan pengawalan yang lebih ketat dari biasanya di titik-titik penyegelan.
