SERANG – Kosmiindonesia.com – Sebuah video yang merekam aksi sepasang remaja yang sedang bermesraan di tempat umum kembali viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kejadian yang dinilai sangat tidak pantas dan melanggar norma kesopanan ini terjadi di salah satu kedai minuman populer, Es Teh Indonesia, yang berlokasi di wilayah Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang.
Video yang beredar luas tersebut langsung menuai beragam reaksi dari warganet, mulai dari kekecewaan, kemarahan, hingga rasa malu melihat perilaku anak muda zaman sekarang yang dinilai sudah kehilangan rasa malu dan sopan santun.
Terekam Kamera, Berpelukan Tanpa Peduli Lingkungan
Berdasarkan rekaman video yang diambil pada hari Kamis, 16 April 2026, terlihat jelas dua orang remaja sedang duduk berdekatan di area tempat duduk yang disediakan untuk pengunjung.
Tanpa mempedulikan orang-orang di sekitarnya yang juga sedang menikmati minuman atau berlalu lalang, pasangan ini tampak sangat leluasa melakukan aksi mesranya. Mereka terlihat saling memeluk dengan sangat erat dan berpose layaknya sedang berada di tempat yang tertutup dan pribadi, padahal lokasi tersebut adalah tempat usaha yang terbuka untuk umum.
Aksi mereka yang terlihat sangat bebas dan tidak tahu malu ini terekam jelas oleh kamera ponsel orang lain yang kebetulan berada di lokasi, hingga akhirnya video tersebut menyebar luas di berbagai grup WhatsApp dan media sosial.
Dinilai Sangat Tidak Pantas, Warga: Ini Tempat Umum Bukan Tempat Privat!
Melihat penyebaran video tersebut, masyarakat dan warganet memberikan respon yang sangat keras. Banyak yang menyayangkan dan mengecam keras perilaku kedua remaja tersebut.
Mereka menilai bahwa tindakan bermesraan secara berlebihan seperti itu sangat tidak pantas dilakukan di ruang publik. Lokasi kedai minuman adalah tempat yang dikunjungi oleh berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua.
“Sangat tidak sopan dan tidak tahu adat. Ini kan tempat umum, bukan kamar tidur atau tempat privat. Mereka berdua seolah tidak punya rasa malu sama sekali dan tidak peduli dengan perasaan orang lain yang melihatnya,” ujar salah satu warganet yang mengomentari video tersebut.
Warga juga menilai bahwa perilaku seperti ini sangat mengganggu kenyamanan bersama dan mencoreng nama baik lingkungan serta generasi muda.
Diduga Pelajar SMK, Identitas Masih Diselidiki
Menurut informasi yang beredar di kalangan warga, ada dugaan kuat bahwa kedua remaja yang terlibat dalam aksi memalukan tersebut masih berstatus sebagai pelajar, tepatnya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Serang Timur.
Namun, hingga berita ini diturunkan, informasi mengenai status pelajar tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya secara resmi. Belum ada konfirmasi jelas dari pihak sekolah maupun instansi pendidikan terkait apakah benar mereka adalah siswa di sana atau bukan.
Pihak Kedai dan Sekolah Belum Beri Keterangan
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang keluar dari pihak terkait. Manajemen atau pengelola dari kedai Es Teh Indonesia tempat kejadian juga masih belum memberikan tanggapan apapun terkait insiden yang terjadi di tempat usahanya itu.
Begitu juga dengan pihak sekolah yang namanya disebut-sebut, hingga kini masih bungkam dan belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai dugaan bahwa pelakunya adalah siswa dari institusi tersebut.
Peringatan Keras untuk Generasi Muda
Peristiwa viral ini kembali menjadi sorotan tajam bagi masyarakat luas. Hal ini menjadi tamparan keras dan pengingat bagi kita semua, khususnya bagi para orang tua dan pendidik, untuk lebih memperhatikan perilaku serta pergaulan anak-anak dan remaja di luar rumah.
Masyarakat kembali mengimbau agar seluruh kalangan, terutama generasi muda, untuk selalu menjaga etika, norma kesopanan, dan tata krama saat berada di ruang publik.
“Cinta itu boleh, sayang itu wajar, tapi harus tahu tempat dan waktu. Jangan sampai perasaan membuat kita lupa diri dan bertindak asal-asalan yang akhirnya mempermalukan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan,” tandas salah satu tokoh masyarakat.
Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga agar tidak terulang kembali di masa depan.
