Kabupaten Tegal – Kosmoindonesia.com – diguncang oleh kejadian banjir yang meluas setelah Bendungan Danawareja berlokasi di Kecamatan Bojong mengalami luapan pada hari Rabu, 04 Februari 2026 sekitar pukul 13.15 WIB. Luapan air terjadi akibat curah hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu bendungan sejak pagi hari, menyebabkan volume air di dalam bendungan melampaui kapasitas maksimal yang dapat ditampung.
Bendungan Danawareja yang berfungsi sebagai penampung air untuk irigasi serta pengendalian banjir di Kecamatan Bojong dan wilayah sekitarnya memiliki kapasitas penampungan sebesar 8 juta meter kubik. Pada pagi hari Rabu (04/02), pihak pengelola mencatat bahwa volume air di bendungan telah mencapai 7,5 juta meter kubik atau sekitar 93% dari kapasitas maksimal.
Meskipun pintu gerbang pembuangan air telah dibuka secara bertahap sejak pukul 09.00 WIB dengan debit keluar 50 meter kubik per detik, curah hujan yang terus menerus dengan intensitas 150 milimeter per jam dari wilayah hulu seperti Desa Rembul dan Desa Gembong Kulon membuat volume air masuk melebihi kemampuan pembuangan. Akhirnya, air meluap ke atas tanggul bendungan pada pukul 13.15 WIB dengan tinggi luapan mencapai sekitar 30 sentimeter.
“Kami telah melakukan semua upaya untuk mengatur debit air keluar, namun curah hujan yang tidak terduga dengan intensitas sangat tinggi membuat bendungan tidak mampu menampung seluruh aliran air masuk,” jelas Kepala Seksi Pengelolaan Bendungan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tegal saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Luapan air dari Bendungan Danawareja mengalir ke beberapa desa di Kecamatan Bojong dan wilayah sekitarnya, menyebabkan genangan air dengan ketinggian yang bervariasi:
- Desa Buniwah : Wilayah sekitar Jalan Raya Bojong dan kawasan pemukiman di pinggir sungai utama tergenang dengan ketinggian antara 80 hingga 180 sentimeter. Banyak rumah warga mengalami masuknya air hingga bagian atas lantai dasar, memaksa penghuni untuk menyelamatkan barang berharga dan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
- Desa Rembul : Sebagian wilayah desa ini tergenang dengan ketinggian 50 hingga 120 sentimeter. Beberapa lahan pertanian yang menanam padi dan sayuran tergenang penuh air, mengakibatkan tanaman mulai membusuk.
- Desa Gembong Kulon : Bagian selatan desa ini terkena dampak genangan air dengan ketinggian sekitar 40 hingga 90 sentimeter. Jalur jalan penghubung antar desa terpaksa ditutup sementara karena kondisi yang tidak aman untuk dilalui kendaraan.
- Desa Kreman : Wilayah pinggir sungai di desa ini juga tergenang dengan ketinggian sekitar 30 hingga 60 sentimeter.
Selain itu, beberapa fasilitas umum seperti sekolah dasar di Desa Buniwah dan balai desa di Desa Rembul juga tergenang air, sehingga aktivitas di tempat tersebut harus dihentikan sementara.
Segera setelah mengetahui bahwa bendungan akan meluap, pihak BPBD Kabupaten Tegal bersama dengan Camat Bojong, Koramil wilayah setempat, Polsek Bojong, PMI Kabupaten Tegal, serta relawan masyarakat langsung mengambil tindakan darurat:
1. Pembentukan Posko Bantuan : Posko penanganan banjir segera dibuka di Lapangan Desa Buniwah dan Sekolah Menengah Kejuruan AL-YAMAN untuk menjadi pusat koordinasi dan tempat penampungan sementara bagi masyarakat yang mengungsi.
2. Evakuasi Masyarakat : Tim gabungan melakukan evakuasi terhadap sekitar 350 keluarga yang tinggal di wilayah rawan banjir. Evakuasi dilakukan menggunakan kendaraan darurat serta bantuan perahu karet yang disediakan oleh BPBD.
3. Distribusi Bantuan : Bantuan berupa makanan siap saji, air minum kemasan, selimut, serta perlengkapan kebersihan telah mulai didistribusikan kepada masyarakat yang mengungsi. Pihak pemerintah juga bekerja sama dengan beberapa lembaga swadaya masyarakat untuk menyediakan makanan hangat bagi korban banjir.
4. Pembersihan dan Pengaliran Air Genangan : Tim kerja sedang melakukan pembersihan saluran drainase yang tersumbat serta membuka alur baru untuk mempercepat pengaliran air genangan ke sungai utama.
Pada saat yang sama, pihak pengelola bendungan terus memantau kondisi secara berkala dan menyesuaikan debit pembuangan air untuk mencegah terjadinya kerusakan lebih lanjut pada struktur bendungan.
Hingga pukul 18.00 WIB hari yang sama, curah hujan mulai mereda dan permukaan air di bendungan menunjukkan tren penurunan. Namun, genangan air di beberapa wilayah terdampak masih belum bisa surut secara signifikan akibat kapasitas saluran drainase yang terbatas.
Pihak BMKG memberikan informasi bahwa potensi hujan masih ada di wilayah Kabupaten Tegal pada hari berikutnya, sehingga pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah kabupaten melalui saluran komunikasi yang telah disediakan.
“Kami akan terus melakukan pemantauan kondisi selama 24 jam dan siap memberikan bantuan apa pun yang dibutuhkan oleh masyarakat terdampak. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak kembali ke rumah mereka sebelum mendapatkan pemberitahuan bahwa kondisi aman,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Tegal dalam keterangannya.
Selain itu, pihak pemerintah juga telah merencanakan evaluasi terhadap sistem pengelolaan bendungan serta perluasan saluran drainase untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.
