Malang – Kosmiindonesia.com – Setelah melalui proses pencarian yang cukup panjang dan melelahkan yang melibatkan berbagai pihak terkait, survivor atas nama Syafiq Ridhan Ali Razan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) pada hari Selasa (13/1/2026). Korban ditemukan di lereng puncak sebelah selatan kawasan pegunungan, tepatnya di titik perlintasan antara jalur pendakian Gunung Malang dan area wisata alam Baturaden, Provinsi Jawa Tengah.
Lokasi penemuan memiliki medan yang cukup terjal dengan lereng condong curam dan banyak terdapat bebatuan serta semak belukar yang membuat akses sangat sulit dijangkau. Tim gabungan yang terdiri dari anggota Seksi Penyelamatan dan Pemulihan (SAR) Nasional, relawan dari berbagai komunitas pendaki lokal, serta petugas dari dinas kehutanan dan kesehatan daerah, telah melakukan upaya ekstra untuk mencapai lokasi tersebut. Proses perjalanan menuju titik penemuan sendiri memakan waktu lebih dari 6 jam dengan menggunakan jalur alternatif yang harus dibuka khusus karena jalur utama tidak dapat dilewati.
Hingga saat ini, tim gabungan masih tengah melakukan proses evakuasi terhadap jenazah korban. Keterbatasan akses kendaraan dan kondisi medan yang ekstrem menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi ini. Tim telah menyusun strategi dengan membawa peralatan khusus seperti tali pengaman, tenda darurat, dan perlengkapan medis untuk memastikan proses evakuasi berjalan dengan aman dan menghormati martabat korban. Perkiraan waktu penyelesaian evakuasi adalah dalam waktu 1-2 hari ke depan, tergantung kondisi cuaca dan kemudahan akses yang dapat dibuka.
Diketahui sebelumnya, Syafiq dinyatakan hilang pada hari Senin (29/1/2026) saat tengah melakukan aktivitas pendakian bersama kelompoknya yang terdiri dari 5 orang. Pada saat kejadian, salah satu temannya mengalami cedera parah pada tungkai bawah akibat terjatuh dari batu yang licin. Dalam kondisi yang genting dan membutuhkan bantuan segera, Syafiq mengambil inisiatif untuk pergi mencari pertolongan dan bantuan medis dari pos penyelamatan terdekat. Namun, ia tidak pernah kembali ke lokasi kumpulan teman-temannya, yang kemudian membuat kelompok tersebut segera melaporkan kondisi hilangnya Syafiq kepada pihak berwenang.
Sejak saat itu, operasi pencarian skala besar segera digelar dan melibatkan berbagai unsur, termasuk tim SAR dari kantor wilayah setempat, relawan pendaki yang memiliki pengetahuan mendalam tentang medan Gunung Malang dan Baturaden, serta dukungan dari pihak militer lokal yang memberikan bantuan logistik dan akses transportasi darurat. Selama lebih dari dua minggu proses pencarian, tim telah melakukan penyelidikan di berbagai jalur potensial yang mungkin ditempuh Syafiq, termasuk area yang jarang digunakan oleh pendaki umum. Beberapa kali tim juga harus menghentikan sementara operasi pencarian akibat kondisi cuaca buruk seperti hujan deras dan kabut tebal yang mengganggu visibilitas dan keamanan petugas pencari.
Penemuan ini mengakhiri penantian panjang yang penuh harap dari keluarga dan rekan-rekan korban. Keluarga Syafiq telah berada di lokasi pos koordinasi pencarian sejak hari kedua hilangnya dan selalu memberikan dukungan moral kepada seluruh tim pencari. Meskipun kabar duka menyelimuti hasil akhir dari upaya pencarian yang telah dilakukan dengan sungguh-sungguh, keluarga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah terlibat dalam upaya mencari dan akhirnya menemukan Syafiq.
Pihak berwenang melalui juru bicara tim gabungan operasi pencarian menyampaikan bahwa mereka masih akan memberikan keterangan lanjutan secara resmi setelah proses evakuasi selesai dilakukan dan jenazah korban telah diterima oleh keluarga. Selain itu, pihak berwenang juga akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti dari kejadian yang menimpa Syafiq, serta mengevaluasi sistem keamanan dan sarana prasarana pendakian di kawasan tersebut untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.
Juru bicara juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat yang memiliki minat untuk melakukan aktivitas pendakian atau petualangan alam di kawasan Gunung Malang dan Baturaden agar selalu mematuhi peraturan yang ada, membawa perlengkapan keselamatan yang cukup, dan melakukan pendaftaran resmi sebelum memulai perjalanan. Pentingnya bekerja sama dengan pemandu lokal yang berpengalaman juga menjadi poin penting yang disampaikan untuk memastikan keamanan dan keselamatan setiap individu yang melakukan aktivitas di area pegunungan.
