Bandung – Kosmiindonesia.com – Kamis, 12 Februari 2026 – Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono turun langsung ke lokasi kejadian banjir yang melanda Kampung Bojongkeusik RT 01 RW 01, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Kehadiran langsung pimpinan kepolisian di lapangan menjadi titik penting yang mempercepat seluruh proses penyelamatan, distribusi bantuan, hingga tahap pembersihan pascabanjir yang sedang berlangsung.
Pada kesempatan tersebut, Kombes Pol Aldi Subartono juga berbincang erat dengan salah satu korban banjir, mendengar langsung keluhan dan kebutuhan mendesak warga yang terkena dampak bencana. Ia menekankan bahwa keprihatinan bersama harus diubah menjadi tindakan konkret untuk membantu masyarakat pulih dari kesulitan yang mereka alami.
Banjir yang melanda kawasan Majalaya ini dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Majalaya dan sekitarnya sejak Rabu (11/02) malam hingga dini hari Kamis. Curah hujan yang mencapai lebih dari 200 milimeter dalam waktu kurang dari 8 jam menyebabkan debit air sungai meningkat secara drastis, hingga akhirnya melampaui kapasitas tanggul yang sudah mengalami aus akibat penggunaan jangka panjang.
Luapan air sungai yang bercampur lumpur masuk ke permukiman warga dengan kecepatan yang tidak terduga, dengan ketinggian air mencapai sekitar 120 sentimeter di beberapa titik terdampak. Arus deras tidak hanya merendam rumah dan merusak perabotan serta barang berharga milik warga, namun juga memutus akses jalan lingkungan di sejumlah titik penting, membuat beberapa rumah terpencil dan sulit dijangkau pada awal kejadian.
Berdasarkan data sementara yang dikumpulkan oleh tim gabungan di lapangan, sedikitnya 289 kepala keluarga (KK) terdampak oleh banjir ini, dengan jumlah jiwa yang terkena dampak mencapai lebih dari 1.100 orang. Selain merendam ratusan rumah dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, derasnya arus air juga menyebabkan enam bangunan rumah tinggal dilaporkan jebol dan mengalami kerusakan struktural cukup berat, sehingga tidak dapat lagi ditempati sebelum melalui proses renovasi menyeluruh.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono menjelaskan bahwa banjir mulai menggenangi permukiman warga sekitar pukul 23.15 WIB pada malam Rabu. “Air meluap sangat cepat setelah tanggul Sungai Cisunggalah jebol di bagian tengah hilir sungai. Pada awalnya, warga masih berusaha menyelamatkan barang-barang mereka, namun kondisi semakin memburuk sehingga kami memutuskan untuk melakukan evakuasi paksa terhadap kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak,” ujarnya saat meninjau lokasi terdampak.
Ia menambahkan bahwa sebelum evakuasi massal dilakukan, petugas telah melakukan penyisiran menyeluruh ke setiap rumah yang terendam untuk memastikan tidak ada satu orang pun yang tertinggal atau terjebak akibat air yang terus naik. Beberapa warga yang awalnya enggan meninggalkan rumah akhirnya mau dipindahkan setelah melihat kondisi yang semakin tidak aman dan mendapatkan jaminan bahwa barang-barang penting mereka akan diamankan oleh tim gabungan.
Dalam penanganan darurat ini, Polresta Bandung mengerahkan kekuatan personel gabungan yang terdiri dari lebih dari 250 anggota Polresta Bandung, Brimob Polda Jawa Barat, anggota TNI dari Kodim 0604/Bandung, tim BPBD Kabupaten Bandung, Satpol PP, perangkat desa, serta unsur relawan kebencanaan dari berbagai organisasi masyarakat lokal. Tim dibagi ke dalam beberapa sektor khusus untuk mempercepat penanganan:
1. Sektor Evakuasi dan Penyelamatan – Bertugas mencari dan memindahkan warga terdampak ke titik pengungsian yang telah disiapkan, serta memberikan pertolongan pertama bagi mereka yang membutuhkan. Titik pengungsian utama berada di Aula Desa Bojong dan Masjid Al-Muttaqin yang terletak di area yang lebih tinggi dan aman dari genangan air.
2. Sektor Pengamanan Lokasi – Mengamankan area rumah-rumah yang telah ditinggalkan oleh warga untuk mencegah terjadinya perampokan atau kerusuhan, serta menjaga akses jalan agar tetap terbuka untuk kendaraan bantuan dan alat berat yang akan digunakan untuk pembersihan.
3. Sektor Distribusi Bantuan – Menyediakan makanan, air minum bersih, pakaian ganti, serta perlengkapan kesehatan dasar bagi korban yang berada di titik pengungsian. Sampai saat ini, telah terdistribusikan lebih dari 300 paket makan siang dan malam, 5.000 liter air minum, serta berbagai perlengkapan kebutuhan dasar lainnya.
4. Sektor Pembersihan dan Perbaikan Akses – Membersihkan reruntuhan dan lumpur yang menutupi jalan serta halaman rumah warga, sekaligus melakukan perbaikan sementara pada akses jalan yang terputus agar memfasilitasi mobilitas warga dan distribusi bantuan lebih lanjut.
Salah satu korban banjir, Ibu Siti Aminah (45 tahun) yang tinggal di RT 01 RW 01 Kampung Bojongkeusik, mengungkapkan rasa syukurnya karena proses evakuasi berjalan dengan cepat dan terkoordinasi. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran petugas dari berbagai pihak. Saat air mulai masuk, kami panik, tapi segera ada yang datang membantu membawa anak-anak dan barang-barang penting kami,” ujarnya dengan suara penuh emosi.
Kepala Desa Bojong, Bapak Supriyatno, menambahkan bahwa pihaknya telah menyusun rencana jangka pendek dan menengah untuk membantu korban banjir. “Selain pengungsian sementara, kami juga akan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan berbagai pihak untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi tanggul Sungai Cisunggalah, serta menyusun program pembangunan rumah sementara bagi mereka yang rumahnya jebol total,” jelasnya.
Tim dari Badan Pengelola Sungai (BWS) Cisadane-Citarum juga telah melakukan pengecekan awal terhadap lokasi jebolnya tanggul. Mereka menyatakan bahwa akan segera melakukan perbaikan darurat pada bagian yang jebol untuk mencegah terjadinya banjir kembali di masa mendatang, sekaligus melakukan studi lebih mendalam terkait kondisi keseluruhan tanggul Sungai Cisunggalah.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono menegaskan bahwa penanganan banjir tidak akan berhenti pada tahap evakuasi semata. “Kami akan terus berada di lapangan hingga semua warga terdampak mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan, dan kondisi kawasan kembali normal. Kami juga akan bekerja sama dengan semua pihak terkait untuk melakukan evaluasi dan upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” tegasnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bekerja sama dengan pihak berwenang dalam proses pemulihan. Selain itu, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkontribusi dalam bentuk apapun untuk membantu saudara kita yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana ini.
Sampai berita ini diterbitkan, proses pembersihan lumpur dan perbaikan akses jalan masih terus berlangsung. Beberapa warga yang rumahnya hanya mengalami kerusakan ringan telah mulai kembali ke rumah mereka untuk membersihkan dan memulihkan kondisi tempat tinggal, sementara mereka yang rumahnya rusak parah masih tinggal di titik pengungsian dengan fasilitas yang terus diperbaiki dan diperbaharui.
