Bekasi – Kosmiindonesia.com – Hujan yang mengguyur Kabupaten Bekasi sejak sore hari Sabtu (17/1) hingga pagi Minggu (18/1/2026) menyebabkan beberapa wilayah tergenang air, salah satunya Perumahan GCC Asoka RT 39 RW 17. Ketinggian air banjir di lokasi tersebut berkisar antara 30 hingga 60 cm, namun kondisi ini tidak menyurutkan semangat anak-anak yang bahkan menunjukkan keceriaan di tengah hujan dan genangan air.
Hujan dengan intensitas cukup tinggi yang turun secara terus-menerus dalam waktu lama menjadi pemicu utama terjadinya banjir. Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Bekasi pada periode tersebut menerima curah hujan yang cukup signifikan. Selain itu, faktor drainase yang belum optimal dan alih fungsi lahan di sekitar kawasan juga diperkirakan memperparah genangan air.
Meskipun ketinggian air tidak terlalu tinggi, beberapa akses jalan di dalam perumahan menjadi sulit dilewati kendaraan roda empat, sehingga warga lebih memilih berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor dengan hati-hati. Banyak rumah yang bagian halaman maupun teras depan terendam, namun hingga saat ini belum ada laporan kerusakan serius atau korban jiwa akibat banjir ini.
Di tengah kondisi yang membuat sebagian warga sibuk membersihkan rumah atau mengangkat barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi, anak-anak kecil justru melihat momen ini sebagai kesempatan untuk bermain. Mereka terlihat berlari-lari kecil di genangan air, menginjak-injak riak air yang terbentuk, bahkan beberapa di antaranya membawa ember kecil untuk bermain menyiram atau mengumpulkan daun-daun yang terapung.
Suasana keceriaan mereka terlihat jelas dari wajah yang penuh senyum dan tawa yang terdengar meskipun hujan masih terkadang mengguyur. Beberapa orang tua yang melihatnya memilih untuk mengawasi dari dekat sambil memberikan peringatan agar tetap berhati-hati, namun tidak menghalangi anak-anak menikmati kesempatan bermain di genangan air yang jarang terjadi.
Kepala RW 17 dan Kepala RT. 39 Perumahan GCC Asoka menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak pengelola perumahan dan BPBD Kabupaten Bekasi untuk mempercepat proses pengurasan air. “Kita sudah berkoordinasi untuk membersihkan saluran drainase yang kemungkinan tersumbat sehingga air tidak bisa mengalir dengan lancar,” ujarnya.
Sebagian warga juga menyampaikan bahwa meskipun banjir cukup mengganggu aktivitas harian, namun mereka merasa terhibur melihat keceriaan anak-anak yang tidak terpengaruh oleh kondisi sekitar. “Kalau untuk anak-anak mungkin ini jadi kesempatan seru buat mereka, tapi kita tetap berharap banjir bisa segera surut agar aktivitas bisa kembali normal,” ujar salah satu warga.
