Jawa Barat – Kosmiindonesia.com – Sabtu, 31 Januari 2026, kondisi di Dusun Langgensari, Desa Anggasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang masih belum menunjukkan perbaikan signifikan. Lebih dari satu pekan telah berlalu, namun genangan banjir yang melanda permukiman masyarakat setempat belum juga surut, memaksa warga untuk terus bertahan hidup di tengah kesulitan yang tak kunjung berakhir.
Genangan air yang menghampiri wilayah ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat, melainkan juga mengubah seluruh suasana kehidupan di dusun tersebut. Jalan-jalan utama yang biasanya menjadi akses penghubung antar rumah dan menuju pusat desa kini tergenang air dengan kedalaman yang bervariasi antara 50 sentimeter hingga lebih dari satu meter di beberapa titik. Hal ini membuat mobilitas warga sangat terbatas – sebagian harus menggunakan perahu kecil atau ban untuk berpindah tempat, sementara yang lain terpaksa berjalan kaki menyusuri jalan yang tergenang, dengan celana dan baju mereka terendam air.
Pekarangan rumah-rumah warga hampir seluruhnya tergenang, membuat mereka kesulitan untuk melakukan aktivitas seperti mencuci pakaian, memasak secara terbuka, atau bahkan hanya menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Banyak tanaman pekarangan yang menjadi sumber makanan tambahan keluarga terpaksa mati akibat tergenang air dalam waktu lama, sementara kandang hewan ternak seperti ayam dan kambing harus dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi atau bahkan ditempatkan di dalam rumah, menambah kesempitan ruang tinggal yang sudah terbatas.
Ketua RT 09, Carsim (45 tahun), yang menjadi perwakilan suara masyarakat setempat, menyampaikan bahwa meskipun beberapa pihak dari pemerintah telah meninjau lokasi, harapan warga akan kehadiran Bupati Subang secara langsung masih sangat besar. “Sejak banjir mulai terjadi, pihak desa, Kecamatan Sukasari, dan juga tim dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sudah beberapa kali datang ke sini. Mereka melihat kondisi, mencatat data kerusakan, dan memberikan beberapa bantuan seperti makanan siapkan dan air bersih. Namun, kami sangat berharap Bapak Bupati bisa datang langsung ke Dusun Langgensari,” ujar Carsim dengan nada yang penuh harapan.
Ia menambahkan bahwa perasaan tidak adil mulai muncul di kalangan warga ketika mengetahui bahwa beberapa wilayah lain yang terkena banjir di Kabupaten Subang telah mendapatkan perhatian langsung dari Bupati. “Kami melihat di berita bahwa Bapak Bupati telah meninjau daerah lain yang terkena dampak banjir. Kenapa wilayah kami belum bisa mendapatkan perhatian yang sama? Kehadiran beliau bukan hanya sekadar simbolis – itu akan menjadi bentuk pengakuan bahwa kami benar-benar mengalami kesulitan besar di sini, dan akan memberikan semangat serta harapan baru bagi seluruh warga,” jelasnya.
Salah satu masalah terbesar yang dihadapi warga adalah kondisi rumah yang semakin memburuk akibat terkena genangan banjir dalam waktu lama. Banyak rumah yang dibangun dengan struktur kayu dan tembok bata ringan mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan – kayu mulai membusuk, plester tembok mengelupas, dan beberapa bagian atap bahkan mulai bocor akibat tekanan air dan kelembaban yang tinggi. Beberapa rumah sudah dinilai tidak layak huni lagi, namun warga tidak memiliki pilihan lain selain tetap tinggal karena tidak ada tempat penampungan yang memadai atau dana untuk membangun tempat tinggal baru.
Khawatiran terhadap kesehatan juga semakin meningkat seiring dengan bertambahnya lama banjir. Air genangan yang menggenang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk dan berbagai jenis serangga lainnya, meningkatkan risiko penyakit seperti demam berdarah dan malaria. Banyak anak-anak dan lansia mulai menunjukkan gejala sakit seperti demam dan batuk, namun akses ke fasilitas kesehatan menjadi sulit karena jalan yang tergenang. Selain itu, kualitas air bersih yang tersedia semakin terbatas, membuat warga khawatir akan munculnya penyakit menular yang lebih serius jika kondisi ini terus berlanjut.
Masyarakat Dusun Langgensari juga mengungkapkan harapan mereka akan adanya solusi jangka panjang dari pemerintah daerah. Selain bantuan darurat seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan, mereka menginginkan langkah konkret untuk menangani akar masalah banjir yang kerap terjadi di wilayah ini. Beberapa usulan yang diajukan oleh warga antara lain adalah perluasan dan penguatan sistem drainase di dusun, pembuatan tanggul pengaman yang lebih kokoh di sepanjang sungai yang melintasi wilayah tersebut, serta program penanaman pohon di daerah aliran sungai untuk mengurangi erosi tanah dan debit air yang masuk ke permukiman.
“Kami tidak hanya menginginkan bantuan untuk saat ini saja. Kami ingin agar banjir yang sudah menjadi musibah tahunan di sini tidak terus berulang dan semakin merugikan kami. Pemerintah daerah harus memiliki rencana yang jelas dan komprehensif untuk mengatasi masalah ini, sehingga kami bisa hidup dengan tenang tanpa harus selalu takut akan datangnya musim hujan dan banjir,” tutup Carsim mewakili harapan seluruh warga Dusun Langgensari.
Sampai saat ini, pihak Kantor Bupati Subang belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan kunjungan langsung ke lokasi. Namun, berdasarkan informasi dari pihak Kecamatan Sukasari, permintaan dari masyarakat Dusun Langgensari telah disampaikan dan akan menjadi bagian dari pertimbangan dalam penjadwalan kunjungan kerja Bupati ke wilayah yang terkena dampak bencana banjir di Kabupaten Subang.
#banjir #subang #jawabarat
