Nganjuk – Kosmiindonesia.com – orang pria bernama Supri (40 tahun), warga Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, berhasil diamankan oleh warga setelah diduga meracuni sedikitnya tujuh ekor sapi milik beberapa warga setempat. Aksi penangkapan yang terjadi beberapa waktu lalu sempat terekam dalam video amatir dan viral di platform media sosial.
Dalam proses penangkapan, Supri mengakui telah melakukan perbuatan meracuni sapi-sapi milik warga sekitar. Salah satu korban, Farikah, menyampaikan bahwa empat ekor sapinya mengalami kematian bertahap sejak dua minggu terakhir, dengan kematian yang paling baru terjadi pada Selasa (6/1). Gejala yang muncul pada sapi-sapi tersebut diduga kuat disebabkan oleh keracunan.
Farikah menuturkan, sebelum sapinya mengalami kondisi tidak sehat hingga mati, Supri terlihat berkeliaran di sekitar area kandang saat sapi-sapi tersebut sedang makan. Sekitar 30 menit kemudian, sapi-sapi tersebut mengalami kejang dan akhirnya ambruk. Tak lama setelah itu, Supri datang menghadapnya dan menawarkan untuk membeli sapi yang sedang sekarat dengan alasan darurat. Karena merasa terdesak, Farikah menyetujui penjualan dengan harga Rp6 juta per ekor, padahal saat dalam kondisi sehat, sapi tersebut memiliki nilai jual hingga Rp15 juta per ekor.
Kecurigaan warga semakin meningkat setelah kejadian serupa dialami oleh korban lain, dengan pola yang sama yaitu munculnya Supri di sekitar kandang sebelum sapi mengalami kematian. Empat korban bersama warga kemudian melakukan tindakan untuk mengamankan Supri, dan saat mengecek rumah pelaku, ditemukan dugaan barang bukti berupa bahan yang diduga sebagai racun.
Setelah diamankan warga, Supri kemudian diserahkan ke Mapolsek Loceret, Kabupaten Nganjuk, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Hingga saat ini, pelaku masih dalam kondisi diamankan oleh kepolisian. Warga setempat mengimbau agar Supri dapat diproses secara hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku, mengingat perbuatannya telah menyebabkan kerugian besar bagi korban dan dikhawatirkan akan menimbulkan korban baru jika tidak segera ditindak tegas.
