poto : Ilustrasi AI Gemini Pro
Bekasi – Tuduhan dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama seorang Supervisor di kawasan industri Greenland International Industrial Center (GIIC), Serang Baru, Kabupaten Bekasi, akhirnya mendapat tanggapan langsung. Pria berinisial AP, yang disebut-sebut sebagai pelaku dalam pemberitaan sejumlah media, secara tegas membantah tuduhan tersebut.
Dalam klarifikasinya, AP menyatakan bahwa informasi yang beredar di media dan media sosial sama sekali tidak benar. Ia menegaskan tidak pernah melakukan tindakan sebagaimana yang dituduhkan terhadap seorang perempuan berinisial TSN.
“Saya sama sekali tidak melakukan hal itu. Bahkan, nama yang disebut sebagai korban bukan karyawan di perusahaan kami,” kata AP kepada awak media.
AP juga menolak anggapan bahwa dirinya menghindari pemberitaan. Menurutnya, ia hanya berupaya menenangkan diri di tengah tekanan dari pihak-pihak yang dianggap mencoba memanfaatkan isu tersebut.
“Saya tidak pernah lari dari wartawan atau pihak mana pun. Tapi saya memang memilih berhati-hati karena situasinya cukup sensitif,” ujarnya.
Lebih lanjut, AP menyebut hingga kini tidak ada laporan resmi dari pihak yang disebut sebagai korban kepada kepolisian atau lembaga terkait. Ia berharap klarifikasi yang disampaikannya dapat meluruskan kesalahpahaman publik.
“Saya hanya ingin nama baik saya dan keluarga dipulihkan. Tuduhan seperti ini sangat merugikan,” tegasnya.
Sementara itu, pihak redaksi media yang pertama kali memberitakan dugaan tersebut telah mengakui adanya kekeliruan dalam proses penulisan berita. Mereka menyampaikan permohonan maaf karena tidak sepenuhnya mematuhi prinsip kehati-hatian dalam menyebut identitas pihak-pihak terkait.
Dalam pernyataan resminya, redaksi berjanji akan memperbaiki prosedur verifikasi dan tetap berpegang pada Kode Etik Jurnalistik dalam setiap publikasi berita di masa mendatang.
Kasus ini sempat menjadi sorotan publik karena cepat menyebar di media sosial. Namun, dengan adanya klarifikasi dari pihak AP dan permintaan maaf dari media, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menyikapi informasi yang belum terverifikasi.
