KOSMIINDONESIA.COM – Brebes – Suasana hangat terasa di ruang kelas sederhana Sekolah Lansia “Matahari”, Kecamatan Sirampog, Brebes. Di antara kursi-kursi yang berjajar, tampak puluhan wajah penuh semangat. Mereka bukan anak-anak sekolah seperti biasanya, melainkan para orang tua dan kakek-nenek yang kini menemukan ruang baru untuk belajar dan menjaga kesehatan.
Pada Sabtu pagi (28/6), Mubayinul Khoeroh, seorang dosen muda, berdiri di depan kelas. Ia menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan bagi lansia. “Kesehatan adalah kunci agar kita tetap bisa tersenyum, tetap aktif, dan tetap bersama keluarga tercinta,” ujarnya. Sesekali para peserta mengangguk, mencatat, bahkan ada yang berkomentar ringan yang membuat suasana kelas riuh dengan tawa.
Bagi Sumarni (67), salah satu peserta, pelatihan ini memberi arti lebih. “Biasanya kalau sakit kepala atau badan terasa pegal, saya anggap biasa saja. Tapi setelah dicek tensi dan berat badan, saya jadi tahu pentingnya menjaga pola makan dan olahraga. Rasanya saya lebih semangat hidup,” katanya sambil tersenyum.
Tidak berhenti di sana, sebulan kemudian, tepatnya Sabtu (9/8), giliran para pengurus sekolah lansia yang mendapat pelatihan khusus. Materi tentang manajemen organisasi disampaikan oleh Prayoga Pribadi. Meskipun sederhana, sekolah ini ternyata dikelola dengan serius. “Pengurus perlu tahu cara mengatur, supaya kegiatan bisa terus berjalan, tidak berhenti di tengah jalan,” jelas Prayoga. Hanya ada 20 orang pengurus, tetapi semangat mereka besar untuk membuat Sekolah Lansia “Matahari” terus hidup.
Puncaknya terjadi pada Sabtu (13/9), ketika sekolah ini diperkenalkan dengan sebuah inovasi: Sistem Informasi Manajemen Sekolah Lansia. Portal berbasis website ini memungkinkan setiap lansia memiliki akun yang dapat diakses oleh keluarganya. Melalui sistem ini, data kesehatan—seperti tekanan darah, gula darah, hingga berat badan—bisa dipantau kapan saja.
“Sekarang anak saya bisa ikut memantau kesehatan saya. Kalau tensi naik, dia langsung ingatkan saya untuk kurangi garam,” tutur Sumarni sambil terkekeh. Sistem ini membuat keluarga merasa lebih dekat, sekaligus memberi rasa aman bagi lansia.
Kegiatan yang digelar oleh kolaborasi Universitas Amikom Purwokerto dan Politeknik YAKMERMAS Banyumas ini selalu ditutup dengan sesi evaluasi. Tanya jawab hangat antara peserta dan pemateri menjadi momen penting untuk memastikan ilmu yang dibawa pulang benar-benar bisa dipahami.
Yoga, salah satu dosen yang terlibat, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan biasa. “Kami ingin Sekolah Lansia ‘Matahari’ menjadi contoh bahwa di usia senja, seseorang masih bisa terus belajar, berdaya, dan bahkan menjadi inspirasi bagi generasi muda,” ujarnya.
Kini, Sekolah Lansia “Matahari” bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga ruang kebahagiaan. Di sini, para lansia menemukan arti baru dalam belajar: menjaga tubuh tetap sehat, mengasah pikiran, bersosialisasi, dan merayakan hidup.
