KABUPATEN BEKASI — KOSMI INDONESIA – PT Suzuki Indomobil menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) sekaligus seminar lingkungan hidup di SMPN 1 Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Imam Fathurrahman, perwakilan Bappeda Kabupaten Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, PT Suzuki Indomobil, PT Harrosa Dharma, serta para siswa Duta Lingkungan Hidup.
Kegiatan diawali dengan penyambutan berupa tarian lengser yang mendapat apresiasi dari pihak PT Suzuki Indomobil.
Dalam sambutannya, perwakilan PT Suzuki Indomobil, Gunardi Prakosa, mengatakan kepedulian perusahaan tidak hanya diwujudkan melalui produk berkualitas, tetapi juga melalui kontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Tidak hanya menciptakan produk yang berkualitas, kami juga peduli terhadap lingkungan. Salah satunya melalui green house yang ada di lingkungan sekolah,” ujar Gunardi.
Menurutnya, program CSR yang dilakukan Suzuki bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kepedulian dan keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, PT Suzuki Indomobil menyerahkan bantuan berupa empat unit mesin pengolahan serta mendukung pembangunan taman mini di lingkungan SMPN 1 Cikarang Pusat. Suzuki juga memberikan dukungan dalam penyediaan air bersih bagi lingkungan sekolah.
Sementara itu, Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Bappeda Kabupaten Bekasi, Vina Sari Nalurita, mengatakan kontribusi dunia usaha memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Ia menyebut, dari sekitar 7.000 perusahaan yang ada di Kabupaten Bekasi, baru 129 perusahaan yang tercatat berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui program CSR.
Pemkab Bekasi, kata Vina, terus mendorong perusahaan agar berpartisipasi melalui kolaborasi dan Musrenbang CSR. Pada tahun ini, salah satu fokus yang didorong adalah bidang pendidikan.
“Misalnya penyediaan peralatan, kemudian pelatihan teknologi AI untuk guru dan murid,” katanya.
Vina juga berharap bantuan CSR yang diberikan perusahaan dapat dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pihak sekolah dan masyarakat.
“Kami berharap dengan melihat kegiatan CSR dari Suzuki, perusahaan lain juga ikut bergerak,” ujarnya.
Vina menjelaskan, Pemkab Bekasi juga terus melakukan koordinasi dengan pengelola kawasan industri maupun perusahaan untuk memperluas partisipasi dunia usaha dalam pembangunan daerah.
Namun, pendataan kontribusi CSR masih menghadapi kendala. Sebab, sejumlah perusahaan menyampaikan laporan melalui pengelola kawasan industri sebelum diteruskan kepada Pemkab Bekasi. Kondisi tersebut membuat kontribusi yang tercatat di Pemkab belum sepenuhnya menggambarkan seluruh kegiatan CSR yang telah dilakukan perusahaan.
Ke depan, Pemkab Bekasi akan melakukan pemetaan lebih lanjut terhadap kontribusi perusahaan di masing-masing kawasan industri.
Pemkab Bekasi juga memiliki program CSR Award sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan yang aktif berkontribusi. Penghargaan tersebut diberikan pada tahun berikutnya dengan mempertimbangkan tata kelola, perencanaan, serta kesesuaian program dengan kebutuhan masyarakat.
Terkait sanksi, Vina menyampaikan bahwa Peraturan Daerah tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) telah memuat ketentuan bagi perusahaan yang tidak menjalankan atau melaporkan kegiatan CSR. Namun, mekanisme dan bentuk sanksinya masih dalam pembahasan lebih lanjut.
“Memang di Perda sudah ada ketentuannya, tetapi jenis penilaian atau ketentuan untuk memberikan punishment-nya belum detail,” jelasnya.
Meski demikian, Pemkab Bekasi saat ini masih mengedepankan pendekatan kolaboratif dengan dunia usaha agar semakin banyak perusahaan terlibat dalam pembangunan daerah.
Usai penanaman pohon bersama di taman mini sekolah, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai bank sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kepedulian lingkungan sejak lingkungan sekolah, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan generasi muda dalam menjaga lingkungan di Kabupaten Bekasi. ( Yan )








