LAMPUNG TENGAH – Kosmiindonesia.com – Sebuah peristiwa mencekam terjadi pada pagi hari Jumat, tanggal 22 Mei 2026, sekitar pukul 09.00 WIB, di kawasan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina yang berlokasi di wilayah Seputih Jaya, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah. Sebuah kendaraan niaga jenis mobil pikap merek Daihatsu Gran Max dilaporkan terbakar hebat hingga rata dengan tanah, di tengah area yang sangat berisiko tinggi terhadap bahaya kebakaran dan ledakan. Peristiwa ini sempat membuat panik warga sekitar maupun para pengendara yang sedang berada di lokasi, mengingat lokasi kejadian berdekatan langsung dengan fasilitas penyimpanan dan penjualan bahan bakar minyak yang sangat mudah terbakar.
Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lampung Tengah, Eddy Ismail Idris, pihaknya segera bergerak cepat menuju lokasi tidak lama setelah menerima laporan darurat mengenai adanya kebakaran kendaraan di area tersebut. Respon cepat ini dilakukan mengingat risiko bahaya yang sangat besar jika api menjalar dan menyentuh fasilitas utama SPBU.
“Begitu mendapatkan informasi adanya kebakaran di SPBU, kami langsung mengerahkan satu unit armada mobil pemadam kebakaran beserta personel yang diperlukan ke lokasi. Alhamdulillah, proses pemadaman berjalan dengan cukup lancar, aman, dan sepenuhnya terkendali. Api berhasil dikuasai dalam waktu yang relatif singkat sehingga tidak sampai menimbulkan dampak yang lebih luas dan berbahaya,” ujar Eddy Ismail Idris saat memberikan keterangan kepada awak media.
Dari hasil pengecekan dan laporan yang dihimpun dari petugas yang turun langsung ke lapangan, diketahui bahwa kendaraan yang terbakar tersebut adalah sebuah mobil pikap Daihatsu Gran Max dengan nomor polisi BE 8894 IK. Saat kejadian berlangsung, kendaraan tersebut berada di dalam kawasan SPBU, dan secara tiba-tiba muncul percikan api yang kemudian dengan cepat membesar dan melahap bodi kendaraan. Berdasarkan pemeriksaan awal dan kondisi sisa bangkai kendaraan yang ditemukan di lokasi, tim penyelidik sementara menyimpulkan bahwa kebakaran ini kemungkinan besar dipicu oleh gangguan pada sistem kelistrikan kendaraan atau korsleting listrik yang terjadi pada bagian kabel bodi mobil tersebut.
“Penyebab timbulnya api hingga membakar seluruh kendaraan terindikasi kuat akibat terjadinya korsleting atau hubungan arus pendek listrik pada jalur kabel bodi mobil. Diduga ada kabel yang sudah tidak layak pakai, terkelupas, atau saling bersentuhan sehingga memicu percikan api yang kemudian menyambar bagian lain yang mudah terbakar di dalam ruang mesin maupun kabin kendaraan,” jelas Eddy lebih lanjut mengenai dugaan penyebab utama insiden ini.
Untuk menanggulangi kobaran api yang makin membesar dan mencegah risiko terburuk, sebanyak lima orang personel pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Mereka bekerja dengan sigap dan terbagi dalam beberapa tugas utama, ada yang fokus melakukan penyemprotan air dan bahan pemadam kebakaran untuk mematikan api, serta ada tim khusus yang bertugas melakukan lokalisasi atau pembatasan area kebakaran. Hal ini sangat krusial dilakukan agar api tidak merembet ke bangunan utama SPBU, ruang pelayanan, maupun yang paling dihindari adalah menjalar hingga ke tangki-tangki penyimpanan bahan bakar minyak yang berada di bawah tanah maupun fasilitas penyalurannya. Keberhasilan dalam melakukan lokalisasi inilah yang akhirnya mencegah terjadinya bencana yang jauh lebih dahsyat dan membahayakan nyawa banyak orang.
Akibat kejadian yang berlangsung cepat dan mengerikan tersebut, pengemudi mobil pikap tersebut mengalami luka-luka bakar dan cedera pada tubuhnya. Melihat kondisi tersebut, warga sekitar yang berkerumun bersama petugas keamanan SPBU dan tim pemadam kebakaran segera melakukan evakuasi cepat. Pengemudi yang terluka itu langsung dibawa dan dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Bunda untuk mendapatkan penanganan medis dan perawatan lebih lanjut guna memulihkan kondisinya.
Setelah api berhasil dipadamkan sepenuhnya dan dipastikan tidak ada lagi potensi kebakaran ulang, sisa bangkai kendaraan yang tinggal rangka itupun diamankan dari lokasi. Kondisi di sekitar SPBU yang sempat dikepung asap tebal dan suasana mencekam perlahan kembali tenang, aman, dan kondusif seperti sedia kala, sehingga aktivitas pelayanan pengisian bahan bakar pun dapat dibuka kembali dan berjalan normal.
Menutup pernyataannya, pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Tengah kembali mengingatkan dan menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pemilik kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat, untuk lebih waspada dan peduli terhadap kondisi kendaraannya. Sangat disarankan untuk rutin memeriksa dan melakukan perawatan berkala, terutama pada bagian sistem kelistrikan, kabel-kabel, dan kondisi mesin kendaraan. Hal ini dinilai sangat penting guna mencegah risiko terjadinya kebakaran yang tidak terduga, terlebih ketika kendaraan sedang berada di lokasi-lokasi yang memiliki risiko tinggi seperti di dalam area SPBU, di mana satu percikan api kecil saja bisa berakibat fatal dan menelan korban jiwa maupun kerugian materi yang besar.
