BEKASI – Kosmiindonesia.com – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan kelancaran proses pemerintahan di tingkat desa, personel Polsek Cikarang Timur melaksanakan kegiatan pengamanan dan pelayanan pada acara Musyawarah Desa (Musdes) di Desa Jatireja. Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Jatireja, Kampung Citarik, Kabupaten Bekasi ini digelar pada Selasa (21/4/2026).
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan mengangkat agenda strategis, yaitu penyusunan dan penetapan Peraturan Desa (Perdes) mengenai jenis serta kriteria unsur masyarakat desa. Musyawarah ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa agar berjalan lebih transparan, partisipatif, dan akuntabel.
Pengamanan kegiatan ini dipimpin langsung oleh Iptu Winarko, S.H., didampingi oleh personel Polsek Cikarang Timur dan Bhabinkamtibmas setempat. Kehadiran aparat kepolisian di lokasi bertujuan untuk memastikan seluruh proses berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif, sehingga seluruh peserta yang hadir dapat berdiskusi dengan rasa nyaman dan tenang.
Peserta yang hadir dalam musyawarah tersebut terdiri dari perangkat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga yang memiliki kepentingan dalam pembahasan regulasi desa.
Dalam sambutan pembukaannya, Kepala Desa Jatireja, Suwandi, menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan pendapat yang mungkin muncul. Ia mengajak seluruh elemen untuk menerima hasil keputusan bersama sebagai landasan kemajuan desa.
“Musyawarah ini adalah wadah kita bersama untuk menentukan arah kebijakan desa. Mari kita jaga kekompakan dan menerima setiap keputusan yang dihasilkan demi kemajuan Desa Jatireja,” ujar Suwandi.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Jatireja, Aipda J. Sutopo, S.H., dalam kesempatan tersebut memberikan imbauan kamtibmas kepada seluruh peserta. Ia mengingatkan pentingnya mengedepankan komunikasi yang baik dan menghindari potensi gesekan sosial, terutama dalam pembahasan teknis seperti kuota pemilih di tingkat dusun.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, namun harus disikapi dengan bijak demi menjaga keharmonisan,” tegasnya.
Agenda Musdes berjalan dengan runtut, dimulai dari pemaparan draf Perdes, diskusi terbuka, hingga penyampaian aspirasi dari berbagai unsur masyarakat. Meskipun berlangsung dinamis, suasana tetap terjaga aman dan tertib berkat pengawalan maksimal dari pihak kepolisian.
Kegiatan yang berakhir pada pukul 11.00 WIB ini berhasil menghasilkan kesepakatan yang diharapkan menjadi landasan kuat dalam memperkuat regulasi lokal serta meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat.
Dengan terjaganya sinergi yang baik antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat, stabilitas keamanan serta proses demokrasi di tingkat desa dapat terus terpelihara dengan optimal.
