Bekasi, Kosmiindinesia.com – 16 Februari 2026 – Seorang gadis berinisial PAF (21) asal Kampung Rawa Bangkong, Kelurahan Sertajaya, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, ditemukan tewas di salah satu unit apartemen di wilayah Kalimalang, Cikarang Utara, belum lama ini. Kabar mendadak mengenai kematiannya baru sampai kepada keluarga setelah pihak kepolisian menghubungi mereka untuk memberitahukan bahwa jenazah korban telah berada di Rumah Sakit Kramat Jati Jakarta pada dini hari Kamis (12/02/2026).
Sebelum menghilang dari rumah dan kemudian ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, korban telah memberikan informasi kepada keluarga bahwa ia akan menginap di rumah temannya pada hari Rabu (11/02/2026). Hal tersebut diungkapkan oleh Pardi (53), paman dari korban, saat dikonfirmasi secara langsung pada hari Senin (16/02).
“Tau-tau sudah ada kabar polisi yang datang membawa KTP korban sekitar pukul 01.00 WIB pada hari Kamis. Saat itu, keluarga langsung disuruh untuk menjemput jenazah korban di Rumah Sakit Kramat Jati Jakarta,” ujar Pardi dengan nada penuh kesedihan. Ia menambahkan bahwa keluarga sama sekali tidak menyangka akan menerima kabar tragis seperti itu, mengingat sebelum pergi, kondisi korban terlihat normal dan tidak ada tanda-tanda sesuatu yang tidak beres.
Hingga saat ini, pihak keluarga mengaku masih belum dapat memperoleh gambaran yang utuh mengenai kronologi kejadian yang menyebabkan meninggalnya PAF. Semua informasi yang mereka terima hingga saat ini masih sangat terbatas dan seluruhnya bersumber dari pihak kepolisian yang sedang menangani kasus ini.
“Kalau mengenai detail kronologis dari awal hingga akhir kejadian, keluarga benar-benar belum tahu sama sekali. Anak itu memang memiliki sifat yang cukup tertutup terkait dengan kehidupan pribadinya, jadi kami juga jarang mengetahui apa yang sedang dia alami atau lakukan. Yang kami tahu hanya dia pamit dari rumah pada malam Rabu lalu, dengan mengatakan ingin menginap di rumah temannya,” jelas Pardi menjelaskan kondisi saat ini.
Mengenai penyebab kematian yang dialami oleh korban, pihak keluarga menerima informasi awal dari pihak berwenang berupa dugaan bahwa korban meninggal karena overdosis obat penggugur kandungan. Namun, meskipun telah mendapatkan informasi tersebut, keluarga dengan tegas menyatakan bahwa mereka belum dapat memastikan kebenaran dari dugaan tersebut dan memilih untuk bersabar menunggu hasil resmi dari proses penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian serta hasil otopsi yang akan memberikan klarifikasi yang pasti mengenai penyebab kematian.
“Kalau dibilang penyebabnya, informasi yang kami terima saat ini adalah dugaan overdosis obat jenis penggugur kandungan. Tapi sebagai keluarga, kami memilih untuk mempercayai proses yang sedang dilakukan oleh pihak kepolisian dan kami akan menunggu hasil penyelidikan mereka dengan sabar. Apa pun hasil yang akan keluar nantinya, baik dari penyelidikan maupun dari hasil otopsi, kami siap menerima dengan lapang dada,” ucap Ano, salah satu anggota keluarga korban, yang juga turut memberikan keterangan terkait kasus ini.
Selain itu, keluarga juga memastikan bahwa setelah melakukan pemeriksaan awal pada tubuh korban saat proses pengurusan jenazah di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau bentuk penganiayaan apapun. Hal tersebut berdasarkan laporan dari anggota keluarga yang secara langsung terlibat dalam proses pengurusan jenazah korban di rumah sakit tersebut.
“Dari laporan yang diberikan oleh abangnya yang ikut serta dalam proses pengurusan jenazah di rumah sakit, tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan apapun pada tubuh korban. Tidak ada luka yang mencolok atau bekas-bekas yang menunjukkan adanya tindakan penganiayaan terhadapnya,” ujar Ano menegaskan hal tersebut.
Dalam perkembangan terbaru terkait penanganan kasus ini, pihak kepolisian telah melakukan langkah konkret dengan mengamankan sejumlah orang yang diduga memiliki hubungan atau keterkaitan dengan peristiwa yang menyebabkan meninggalnya PAF. Jumlah orang yang telah ditangani dan diamankan oleh kepolisian hingga saat ini mencapai lima orang.
“Informasi terakhir yang kami terima dari Kapolsek wilayah terkait adalah bahwa sudah ada lima orang yang ditangani dan sedang dalam proses pemeriksaan oleh pihak kepolisian,” kata Ano. Namun, ia juga mengakui bahwa hingga saat ini, keluarga belum mengetahui secara pasti mengenai peran masing-masing orang yang telah diamankan tersebut dalam kejadian ini, serta belum dapat memastikan apakah kejadian tersebut benar-benar berasal dari keinginan sendiri korban ataukah ada pengaruh serta campur tangan dari pihak lain yang menyebabkan hal buruk tersebut terjadi.
Dalam menghadapi kasus yang sangat menyakitkan hati ini, pihak keluarga korban menyatakan bahwa mereka akan tetap bersikap kooperatif sepenuhnya dengan segala proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Mereka hanya berharap bahwa kasus ini dapat segera terungkap dengan jelas dan transparan, sehingga dapat memberikan keadilan yang layak bagi korban.
“Harapan utama dari keluarga adalah bahwa kasus ini bisa segera terungkap dengan jelas dan tuntas. Kalau memang dalam penyelidikan nantinya ditemukan adanya pihak atau pihak-pihak tertentu yang bertanggung jawab atas kejadian ini, kami berharap bahwa mereka dapat diproses sesuai dengan hukum yang berlaku di negara ini, tanpa ada sedikitpun pilih kasih atau diskriminasi,” tutup Pardi dengan nada penuh harapan akan keadilan bagi keponakannya yang telah meninggal dunia dalam kondisi yang tragis tersebut.
