Medan – Kosmiindinesia.com – Hingga Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, kobaran api yang terjadi pada pabrik sandal karet milik PT Garuda Mas Perkasa (GMP) masih terus membakar gedung yang terletak di Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan.
Pantauan langsung tim Kosmi yang berada di lokasi kejadian menunjukkan bahwa api terus berkobar dengan skala yang semakin membesar, menyebar dari bagian bawah hingga ke lantai atas gedung pabrik. Cahaya kemerahan dari kobaran api terlihat jelas bahkan dari beberapa kilometer jauhnya, sementara asap tebal berwarna hitam pekat menjulang tinggi ke langit malam kota Medan.
Meskipun pihak pemadam kebakaran telah melakukan upaya maksimal dalam menangani insiden ini, dengan lebih dari puluhan unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai pos pemadam se-Kota Medan serta dukungan mobil water cannon milik Polda Sumatera Utara yang telah dikerahkan sejak kejadian pertama kali terdeteksi, hingga saat ini kobaran api belum dapat dipadamkan total. Gerakan tim pemadam kebakaran di lapangan juga terhambat oleh kondisi medan dan struktur bangunan yang tidak memudahkan akses.
Andi Rupane, seorang warga sekitar berusia 32 tahun yang telah mengawasi perkembangan kejadian sejak awal, menjelaskan beberapa faktor yang menjadi kendala utama bagi pihak pemadam kebakaran dalam menekan api. “Pabriknya kan sudah ditembok keliling dengan tinggi yang cukup signifikan, sehingga susah untuk ditembus dari berbagai sisi. Tak hanya itu, material utama yang ada di dalam pabrik adalah karet bahan yang sangat mudah terbakar dan membuat api sulit untuk padam. Belum lagi mesin-mesin besi yang ada di dalamnya yang setelah terkena panas membuat suhu lingkungan semakin sulit dikendalikan,” ujar Andi saat ditemui di lokasi.
Selain tantangan teknis dalam memadamkan api, kekhawatiran juga muncul terkait kemungkinan adanya korban jiwa dalam insiden ini. Andi menambahkan bahwa pihaknya serta masyarakat sekitar belum mendapatkan informasi pasti mengenai jumlah atau identitas pekerja yang mungkin terdampak. Namun, berdasarkan informasi dari beberapa pekerja yang berhasil melarikan diri dan warga yang berada di sekitar lokasi saat kejadian terjadi, diduga ada sejumlah pekerja pabrik yang belum berhasil keluar dari dalam gedung ketika kobaran api mulai menyebar dengan cepat.
“Kita melihat beberapa orang yang keluar dengan keadaan terkejut dan sedikit terluka, mereka mengatakan bahwa saat api muncul, beberapa rekan kerja mereka sedang berada di area bagian dalam pabrik yang mungkin tidak punya akses keluar cepat. Semoga saja mereka berhasil menemukan tempat aman atau sudah bisa dievakuasi oleh pihak berwenang,” ucap Andi dengan nada khawatir.
Pihak kepolisian serta dinas pemadam kebakaran Kota Medan telah menetapkan zona penutupan di sekitar lokasi kejadian untuk menjaga keamanan dan memfasilitasi proses penanganan api. Petugas juga tengah melakukan pemeriksaan awal untuk mengetahui penyebab awal terjadinya kobaran api, sekaligus berkoordinasi dengan pihak manajemen PT Garuda Mas Perkasa untuk mendapatkan data lengkap mengenai jumlah pekerja yang sedang bertugas pada saat kejadian terjadi.
