Pekalongan – Kosmiindonesia.com – Kengembangkan Bisnis Batu Bara Berizin Resmi Sambil Siap Bertransisi Menuju Energi Terbarukan PT Nawadika Jabbar Asyamie, yang lebih dikenal dengan singkatan NJA, adalah perusahaan yang fokus beroperasi di bidang pengangkutan dan penjualan komoditas batu bara. Sebagai badan usaha yang menjalankan aktivitas di sektor pertambangan dan perdagangan energi, perusahaan ini telah mendapatkan pengakuan resmi dari pemerintah melalui izin yang dikeluarkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Minerba). Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dimiliki NJA memiliki nomor registrasi 1808/l/IUP/PMDN/2021, yang menjadi dasar hukum bagi setiap langkah operasional yang dilakukan dalam rangka pengelolaan dan pemasaran batu bara.
Berpusat di wilayah Jawa Tengah, PT Nawadika Jabbar Asyamie memiliki kantor yang berlokasi di Jalan dr Cipto No 14, Kelurahan Proyonanggan Tengah, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang. Lokasi ini dipilih sebagai pusat operasional perusahaan dengan pertimbangan strategis terkait aksesibilitas terhadap wilayah sumber daya dan jalur distribusi komoditas yang menjadi fokus bisnis. Di bawah kepemimpinan yang solid, perusahaan ini juga didukung oleh Komisaris Najwa Dika Yudhayani S.Ked, yang tidak hanya memiliki latar belakang pendidikan dalam bidang kedokteran tetapi juga saat ini sedang menempuh jenjang pendidikan doktor muda di Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang. Dedikasi beliau dalam mengembangkan diri secara akademis juga menjadi inspirasi bagi perusahaan untuk terus berinovasi dan mengikuti perkembangan terkini di dunia usaha dan energi
Meskipun bisnis intinya bergerak di sektor batu bara sebagai salah satu sumber energi fosil, PT Nawadika Jabbar Asyamie memiliki visi yang jauh ke depan dengan aktif mendukung program nasional Indonesia Bebas Energi Fosil Batu Bara tahun 2060. Program ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan beralih ke sumber energi yang lebih bersih serta berkelanjutan, sesuai dengan arah perkembangan global dalam upaya menangani perubahan iklim dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Komisaris Najwa Dika Yudhayani S.Ked,
Dukungan NJA terhadap program energi bersih tersebut diwujudkan melalui langkah konkrit dengan memasarkan produk alternatif berupa cangkang atau tempurung sawit. Dalam terminologi internasional, produk ini lebih dikenal dengan nama Palm Kernel Shell, yang disingkat menjadi PKS. PKS bukanlah bahan baru dalam dunia energi terbarukan, melainkan merupakan produk sampingan atau limbah dari proses produksi di pabrik kelapa sawit yang selama ini seringkali tidak dimanfaatkan secara optimal.
Sebagai bahan bakar biomassa, PKS memiliki potensi yang besar sebagai sumber energi terbarukan. Kualitas energi yang dihasilkan dari PKS cukup signifikan dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari pembangkit listrik hingga sebagai bahan bakar untuk industri tertentu. Selain itu, penggunaan PKS juga memiliki keunggulan lingkungan karena merupakan sumber energi yang dapat diperbarui dan menghasilkan emisi gas rumah kaca yang lebih rendah dibandingkan dengan batu bara atau energi fosil lainnya. Dengan demikian, pemasaran PKS oleh NJA tidak hanya berkontribusi pada pendukung program energi bersih nasional tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi dari produk sampingan industri kelapa sawit, sekaligus membantu mengelola limbah dengan cara yang produktif.
Perjalanan bisnis PT Nawadika Jabbar Asyamie menunjukkan bahwa perusahaan di sektor energi fosil dapat berperan aktif dalam transisi energi menuju masa depan yang lebih hijau. Dengan menjaga kelangsungan operasional bisnis intinya yang telah berizin dan terstandarisasi, sekaligus mengembangkan lini usaha baru di bidang energi terbarukan, NJA membuktikan bahwa perubahan menuju energi bersih tidak harus dilakukan dengan mengabaikan potensi bisnis yang ada saat ini. Sebaliknya, kombinasi antara pengelolaan sumber daya energi yang ada dengan pengembangan alternatif energi terbarukan menjadi langkah yang sejalan dengan kebutuhan pembangunan berkelanjutan dan kepentingan nasional dalam jangka panjang.
Ke depannya, PT Nawadika Jabbar Asyamie berkomitmen untuk terus mengembangkan kedua lini bisnisnya, baik di bidang pengangkutan dan penjualan batu bara maupun pemasaran PKS sebagai energi terbarukan. Perusahaan juga bertekad untuk terus mengikuti perkembangan regulasi dan teknologi terkait energi, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan industri energi nasional dan pencapaian target program Indonesia Bebas Energi Fosil Batu Bara tahun 2060.
