Bekasi – Kosmiindonesia.com – Sabtu (17/1/2026) pukul 14.00 WIB di depan toko buah Srikndi, Bojong Menteng, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi – lokasi yang tidak jauh dari Play Oper Cipendawa dan berada di sepanjang Jalan Cipandawa Baru. Korban dalam kejadian ini adalah Dio, seorang warga yang sedang dalam perjalanan melewati jalan tersebut.
Menurut keterangan Dio, pada saat kejadian ia baru saja melintasi Jalan Cipandawa Baru dengan arah datang dari Jatiasih. Tak disangka, sejak dari arah jembatan yang berada di bagian awal jalan tersebut, ia mulai diperhatikan oleh sebuah kelompok yang terdiri dari 4 orang yang naik dua buah motor dengan sistem berbonceng.
Tanpa diduga, kelompok tersebut kemudian mulai mengejar kendaraan motor yang dikendarainya hingga akhirnya berhasil menghadangnya dan memaksa Dio untuk memberhentikan motornya tepat di depan toko buah Srikndi yang menjadi salah satu landmark di kawasan Bojong Menteng. Setelah motor berhenti, para pria tersebut langsung mendekat dan mengaku diri sebagai pegawai dari sebuah perusahaan leasing yang bekerja sebagai debitur kolektor.
“Mereka langsung menyatakan bahwa motor saya bermasalah dan menyatakan ada klaim terkait dengan kendaraan saya,” ujar Dio saat menceritakan kronologi kejadian. Setelah mengaku sebagai pihak leasing, kelompok tersebut kemudian meminta Dio untuk menunjukkan surat STNK beserta dokumen kepemilikan motor lainnya.
Ketika Dio menanyakan alasan mengapa motornya dianggap bermasalah dan meminta untuk melihat surat bukti resmi mengenai izin penarikan kendaraan dari pihak berwenang atau perusahaan leasing yang mereka klaim, para pria tersebut tidak mampu menunjukkan satu pun dokumen resmi. Mereka hanya terus mengulang bahwa motor tersebut memiliki masalah dan harus dibawa ke kantor mereka untuk proses lebih lanjut.
Tak lama setelah itu, datang lagi tambahan kelompok orang yang berjumlah 6 orang dengan tiga buah motor lainnya, sehingga total ada 10 orang yang mengelilingi Dio dan kendaraannya di lokasi kejadian. Kondisi tersebut membuat situasi semakin tegang, dan para pria tersebut mulai memaksa Dio untuk ikut bersama mereka ke kantor yang mereka sebutkan berlokasi di kawasan Caringin, Kota Bekasi.
Namun, Dio tetap tegas menolak untuk mengikuti mereka karena tidak adanya bukti yang jelas dan sah mengenai klaim yang mereka ajukan. “Saya merasa ada yang tidak beres, karena jika memang mereka dari perusahaan leasing yang sah, pasti mereka memiliki surat bukti resmi yang bisa diperlihatkan,” jelas Dio.
Meski Dio telah menolak untuk mengikuti mereka, kelompok tersebut tidak menghiraukan penolakan dan secara paksa membawa kendaraan motor milik Dio. Saat itu, mereka masih terus mengaku akan membawa motor ke kantor mereka di Caringin dan memastikan bahwa proses akan dilakukan dengan sesuai prosedur.
Setelah kejadian tersebut, Dio segera memberitahu kakaknya mengenai hal yang telah terjadi. Kakak Dio kemudian langsung pergi ke lokasi yang disebutkan sebagai kantor perusahaan leasing di Caringin sesuai dengan informasi yang diberikan oleh kelompok tersebut. Namun, setelah tiba di lokasi yang dinyatakan, tidak ada satupun kantor perusahaan leasing yang sesuai dengan deskripsi yang diberikan. Bahkan, warga sekitar lokasi tersebut juga menyatakan tidak mengetahui adanya perusahaan leasing dengan deskripsi seperti yang disebutkan oleh kelompok tersebut.
Kesimpulan yang bisa diambil adalah motor milik Dio telah dibawa lari oleh kelompok yang mengaku sebagai debitur kolektor namun tidak memiliki bukti resmi apapun. Saat ini, Dio sedang dalam proses untuk melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian setempat guna mendapatkan bantuan dalam penelusuran kendaraan dan penindakan terhadap pelaku yang telah melakukan tindakan tidak bertanggung jawab tersebut.
Kejadian yang dialami Dio menjadi contoh penting bagi seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap kelompok yang mengaku sebagai pihak terkait dengan perusahaan leasing atau debitur kolektor. Sebelum menyerahkan kendaraan apapun, pastikan bahwa pihak yang datang memiliki bukti resmi berupa surat perintah penarikan kendaraan dari perusahaan terkait atau otoritas berwenang, serta identitas yang jelas dan dapat diverifikasi.
