TULANGBAWANG – Kosmiindonesia.com – Kondisi memprihatinkan infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Dente teladas, Kabupaten Tulangbawang, Lampung, kembali menjadi sorotan publik lewat unggahan akun Facebook dikenal sebagai Bangtaun. Berbeda dengan biasanya, respon cepat terhadap keluhan ini justru lebih dulu datang dari komunitas pengiat media sosial, sebelum adanya tanggapan resmi dari pemerintah daerah maupun Gubernur Lampung.
Dalam unggahannya, Bangtaun menyoroti kondisi jalan poros Hasan Bulan hingga kawasan Bratasena yang sangat memilukan. Berdasarkan rekaman video yang dibagikan, permukaan jalan tersebut sama sekali tidak terlihat lapisan aspal lagi. Seluruh permukaan berubah menjadi tanah becek, berlubang, dan penuh genangan lumpur, sehingga sangat sulit dilalui oleh kendaraan maupun pejalan kaki.
“Ini Bukan Jalan Manusia, Tapi Jalan Babi dan Kerbau”
Kesal dengan kondisi yang tidak kunjung diperbaiki, Bangtaun melontarkan kritik tajam yang kini ramai diperbincangkan. Menurutnya, jalan tersebut sudah tidak layak disebut sebagai fasilitas umum yang diperuntukkan bagi manusia.
“Ini bukan jalan manusia, tapi jalan babi dan kerbau karena tidak layak untuk dilewati,” ujarnya tegas dalam video tersebut.
Pernyataan keras ini menjadi cerminan betapa parahnya kerusakan yang terjadi. Warga yang tinggal di sekitar kawasan tersebut mengaku kesulitan beraktivitas sehari-hari, mulai dari kesulitan mengangkut hasil tani hingga risiko kecelakaan yang selalu mengintai. Jalan poros ini seharusnya menjadi urat nadi ekonomi, namun kini justru menjadi penghalang kesejahteraan masyarakat.
Netizen Dukung Penuh, Respon Cepat dari Pengiat Media Sosial
Unggahan ini langsung menyedot ribuan tanggapan dari warganet. Berbeda dengan keluhan lain yang sering kali terabaikan, kali ini solidaritas terbangun sangat cepat. Para netizen memberikan dukungan penuh dan berharap kedatangan Bangtaun bisa menjadi titik balik perubahan.
Kolom komentar dipenuhi harapan agar sorotan yang dilakukan ini bisa membuka mata pihak berwenang. Banyak yang menilai bahwa peran pengiat media sosial saat ini sangat krusial dalam menjadi jembatan suara rakyat yang selama ini tidak terdengar.
“Kami sangat mendukung, Bang. Semoga setelah ini pemerintah benar-benar turun tangan,” tulis salah satu warganet.
Siap Turun Besok: “Saya Bantu Bikin Video Jalan Kobangan Babi dan Kerbau”
Menanggapi antusiasme tersebut, Bangtaun memberikan kepastian tindakan. Dalam penutup videonya, ia menyampaikan komitmennya untuk turun langsung ke lokasi guna mendokumentasikan kondisi sebenarnya secara lebih mendalam.
“Jangan khawatir, besok saya bantu bikin video tentang jalan kobangan babi dan kerbau,” ujarnya dalam unggahan tertanggal Jumat, 10 April 2026.
Rencana kunjungan ini dinanti-nantikan oleh warga setempat. Mereka berharap, dokumentasi dan pemberitaan yang dihasilkan nantinya tidak hanya berhenti di media sosial, tetapi mampu memicu langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Tulangbawang maupun Provinsi Lampung untuk segera melakukan perbaikan. Masyarakat berharap jalan yang kini dijuluki “jalan babi dan kerbau” ini nantinya bisa kembali berfungsi layaknya jalan manusia yang layak dan aman.
