Tulangbawang – Kosmiindonesia.com – Jalan poros Kabupaten Tulang Bawang yang menjadi tulang punggung konektivitas antarwilayah di daerah tersebut kini berada dalam kondisi sangat memprihatinkan, bahkan dapat dikatakan sudah hancur parah akibat kurangnya perhatian dan tindakan nyata dari pihak berwenang. Seiring dengan semakin dekatnya musim mudik tahun ini, kondisi jalan yang semakin memburuk membuat ribuan warga di sepanjang rute tersebut merasa terbebani dan khawatir akan keselamatan serta kelancaran perjalanan mereka ke kampung halaman.
Warga Desa Pasiran Jaya, Kecamatan Hasan Bulan, yang merupakan salah satu wilayah yang paling banyak merasakan dampak buruk dari kondisi jalan ini, mengungkapkan harapan besar kepada pemerintah Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, agar segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan yang sudah lama mengalami kerusakan. Menurut salah satu tokoh masyarakat setempat, Bapak Slamet Riyadi, masalah jalan ini sudah ada sejak lima tahun yang lalu dan hanya semakin memburuk dari hari ke hari. “Kita sudah berkali-kali mengajukan keluhan dan usulan perbaikan kepada dinas terkait maupun kantor bupati, namun hingga saat ini belum ada tindakan yang jelas. Hanya janji-janji yang terus berulang tanpa hasil nyata,” ucapnya dengan nada penuh kekecewaan.
Kondisi fisik jalan yang saat ini menghadang pergerakan masyarakat sungguh tidak bisa dianggap remeh. Bagian-bagian jalan yang seharusnya rata dan aman untuk dilintas kini penuh dengan lubang-lubang besar yang kedalamannya bisa mencapai puluhan sentimeter, bahkan di beberapa titik bagian permukaan jalan hampir putus total akibat erosi tanah dan genangan air yang terus menerus menggenangi area tersebut. Saat musim hujan seperti saat ini, jalan menjadi berlumpur lebat sehingga membuat kendaraan sulit mengendalikan arah dan kecepatan. Banyak kendaraan roda empat yang terjebak dalam lumpur, terutama mobil dengan tanah rendah, sementara kendaraan roda dua seringkali harus berhati-hati menghindari lubang agar tidak terjatuh atau mengalami kerusakan pada ban dan suspensi. Sayangnya, tidak ada alternatif jalan lain yang bisa digunakan oleh masyarakat untuk mencapai tujuan mereka, sehingga terpaksa harus melalui jalan yang berbahaya ini.
Selain mengganggu kelancaran perjalanan, kondisi jalan yang buruk juga berdampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan masyarakat setempat. Para pedagang yang mengandalkan transportasi untuk mengirim dan menerima barang dagangan merugi karena seringkali barang mereka rusak akibat getaran dan guncangan saat melewati jalan berlubang. Petani juga kesulitan untuk memasarkan hasil pertanian mereka ke pasar karena biaya transportasi yang semakin mahal akibat kerusakan kendaraan yang sering terjadi. Bahkan pelayanan kesehatan dan pendidikan juga terdampak, karena beberapa rumah sakit dan sekolah yang berada di sepanjang rute jalan ini sulit dijangkau oleh masyarakat ketika kondisi jalan memburuk parah.
Warga menyatakan rasa kekecewaan yang mendalam terhadap pemerintah daerah, termasuk Wakil Gubernur Provinsi Lampung dan Bupati Kabupaten Tulang Bawang. Mereka menganggap bahwa pemerintah seharusnya bertindak sebagai wakil rakyat yang bertanggung jawab, yang memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat seperti infrastruktur jalan yang layak. Namun, hingga kini pemerintah daerah masih terkesan lalai dan tidak memberikan perhatian yang cukup terhadap masalah infrastruktur jalan yang sudah menjadi momok bagi masyarakat selama bertahun-tahun. “Kita memilih mereka untuk memimpin dan memperbaiki kondisi daerah ini, bukan untuk hanya duduk di kursi dan menikmati jabatan tanpa melakukan apa-apa. Jalan yang rusak seperti ini adalah bukti bahwa mereka tidak peduli dengan kesulitan rakyat jelata,” ungkap Ibu Siti Nurhaliza, seorang warga Desa Pasiran Jaya yang seringkali harus menghadapi kesulitan ketika mengantar anak-anaknya ke sekolah.
Masalah jalan poros Kabupaten Tulang Bawang ini tidak hanya berdampak pada satu desa atau satu kecamatan saja. Sebanyak 11 desa yang berada di bawah naungan Kecamatan Dente Teladas (juga dikenal dengan nama Kecamatan Watampone) juga merasakan dampak buruk dari kondisi jalan yang tidak layak ini. Antara lain Desa Sukamaju, Desa Harapan Baru, Desa Tanjung Rejo, Desa Sumber Makmur, Desa Cinta Damai, Desa Kemuning Jaya, Desa Mulia Baru, Desa Sejahtera Jaya, Desa Bahagia Makmur, Desa Maju Bersama, dan Desa Aman Sentosa. Di setiap desa tersebut, masyarakat menghadapi masalah yang sama: kesulitan dalam beraktivitas sehari-hari, kerugian ekonomi akibat kondisi jalan yang buruk, dan kekhawatiran akan keselamatan diri dan keluarga. Tidak ada solusi konkret yang diberikan oleh pemerintah daerah untuk mengatasi masalah ini, meskipun keluhan dari masyarakat sudah berdatangan selama bertahun-tahun tanpa kunjung diperbaiki. Fakta ini menjadi kenyataan yang tak terbantahkan dan harus diakui oleh semua pihak pada tahun 2026 ini.
Hingga hari ini, Rabu 18 Maret 2026, upaya perbaikan jalan hanya dilakukan secara swadaya oleh warga setempat yang tidak memiliki sumber daya dan keahlian yang memadai untuk melakukan perbaikan yang berkualitas dan bertahan lama. Mereka menggunakan tanah liat, batu bata pecah, atau puing-puing bangunan untuk mengisi lubang-lubang di jalan, namun perbaikan semacam ini hanya bertahan beberapa hari atau minggu sebelum kembali hancur akibat lalu lintas kendaraan yang padat dan hujan yang sering turun. Tidak ada dukungan yang signifikan dari pihak berwenang, baik dalam bentuk bantuan materi, tenaga ahli, maupun perizinan untuk melakukan perbaikan yang lebih menyeluruh. Kondisi ini menjadi jeritan rakyat yang nyata tentang kondisi infrastruktur poros kabupaten yang semakin memburuk dari hari ke hari, dan menjadi bukti bahwa kebutuhan dasar masyarakat belum sepenuhnya diperhatikan oleh pemerintah daerah yang seharusnya menjaga dan memperbaiki fasilitas publik ini.
Masyarakat mengaku masih mengharapkan adanya perubahan dan tindakan nyata dari pemerintah Kabupaten Tulang Bawang serta pemerintah provinsi. Mereka berharap bahwa masalah jalan yang sudah menjadi beban selama bertahun-tahun ini bisa segera mendapatkan perhatian serius dan diperbaiki dengan kualitas yang baik, sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Tanpa perbaikan yang segera dilakukan, kondisi jalan poros Kabupaten Tulang Bawang diprediksi akan semakin memburuk dan berdampak lebih luas pada perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat di daerah tersebut.
